Surabi dulu bukan sekadar jajanan, tapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Biasanya disajikan sebagai sarapan atau camilan sore, ditemani kopi atau teh panas. Kesederhanaan ini justru jadi ciri khas yang bertahan hingga sekarang.
Makna Surabi dalam Budaya Sunda
Dalam budaya Sunda, surabi punya makna kebersamaan dan kesederhanaan. Proses pembuatannya yang dilakukan di rumah, sering kali sambil berbincang dengan keluarga atau tetangga, membuat surabi jadi simbol kehangatan. Di beberapa daerah, surabi juga kerap hadir dalam acara hajatan atau syukuran sebagai sajian ringan yang mudah dinikmati semua kalangan.
Selain itu, penggunaan bahan lokal seperti beras mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda yang dekat dengan alam. Surabi bukan makanan mewah, tapi justru dari situlah nilai budayanya terasa kuat.
Perjalanan Surabi Bandung hingga Populer
Masuk ke era modern, surabi Bandung mulai mengalami transformasi. Sekitar awal 2000-an, muncul inovasi topping yang membuat surabi makin digemari anak muda. Dari yang awalnya hanya oncom atau kinca gula merah, kini berkembang jadi surabi keju, cokelat, sosis, hingga telur.





Tinggalkan Balasan