Tiga Kesiapan Mental yang Perlu Dimiliki Anak Sebelum Masuk Sekolah

1. Kemampuan Bersosialisasi: Lebih dari Sekadar “Bisa Main Bareng”

Sekolah bukan hanya tempat belajar materi — ini adalah tempat pertama anak belajar bernavigasi dalam dunia sosial yang lebih luas dari keluarganya. Apakah anak bisa berbagi mainan? Mengantri? Menyelesaikan konflik kecil tanpa langsung menangis atau memukul? Bisa memperkenalkan diri kepada teman baru?

Kemampuan sosial ini bukan sekadar “sopan santun” — ini adalah fondasi dari kompetensi sosial-emosional yang akan menentukan kualitas hidup anak jauh ke depannya. Anak yang memiliki profil kesiapan sosial-emosional yang rendah di usia prasekolah berisiko lebih tinggi mengalami kesulitan dalam kompetensi sosial dan kematangan emosional di tahun-tahun sekolah berikutnya.

2. Kemampuan Mengikuti Instruksi: Otak yang Siap “Diarahkan”

Di rumah, anak mungkin bebas bergerak sesuai keinginan. Di sekolah, ada aturan yang harus diikuti: duduk di kursi selama 30 menit, mendengarkan guru tanpa menyela, mengerjakan tugas sampai selesai sebelum bermain.

Ini semua membutuhkan apa yang psikolog sebut sebagai self-regulation — kemampuan mengatur diri sendiri untuk menunda kepuasan, mengikuti instruksi, dan mengendalikan impuls. Dan riset yang dipublikasikan di ScienceDirect (2024) membuktikan bahwa kemampuan regulasi emosi adalah salah satu prediktor terkuat dari penyesuaian akademik dan sosial-emosional anak di sekolah.

Kabar baiknya: self-regulation bisa dilatih. Permainan sederhana seperti “Simon Says” atau “berhenti dan diam saat musik berhenti” adalah cara yang menyenangkan untuk melatih kemampuan ini.

Ananditha Nursyifa
Editor