2. Sering Terpapar Asap Rokok

Meskipun tidak merokok, kamu tetap bisa terkena dampak buruk asap rokok jika sering berada di lingkungan perokok. Asap rokok mengandung ribuan zat kimia yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, termasuk bagian dalam hidung.

Paparan asap rokok secara terus-menerus dapat membuat lapisan mukosa hidung menjadi lebih kering dan meradang. Akibatnya, hidung menjadi lebih mudah tersumbat, sensitif terhadap alergen, dan rentan mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, asap rokok juga dapat mengganggu fungsi silia, yaitu rambut-rambut halus di dalam hidung yang bertugas menyaring kotoran dan partikel asing dari udara yang kita hirup.

Tak heran jika banyak orang yang sering terpapar asap rokok mengeluhkan hidung tersumbat, tenggorokan tidak nyaman, hingga gangguan sinus yang berulang.

3. Kurang Minum Air Putih

Kalau selama ini kamu mengira kurang minum air hanya berdampak pada kulit atau ginjal, ternyata hidung juga bisa terkena efeknya.

Saat tubuh kekurangan cairan, selaput lendir di dalam hidung akan menjadi lebih kering. Padahal, lendir atau mukus berfungsi menjaga kelembapan rongga hidung sekaligus menangkap debu, bakteri, dan virus yang masuk bersama udara.

Ketika hidung terlalu kering, muncul rasa tidak nyaman, gatal, hingga terbentuk kerak yang memicu keinginan untuk mengorek hidung. Kondisi ini dapat menciptakan lingkaran masalah yang berulang: hidung kering, dikorek, terluka, lalu semakin sensitif.

Karena itu, jangan remehkan kebutuhan cairan harian. Selain membantu tubuh tetap bugar, minum air yang cukup juga membantu menjaga kelembapan alami hidung agar tetap berfungsi optimal.

Ananditha Nursyifa
Editor