Kemukus: “Lada Kuno” yang Mulai Dilupakan
Kemukus (Piper cubeba) adalah tanaman dalam genus Piper — satu keluarga besar dengan lada hitam dan kembar rempah Piperaceae lainnya. Nama “kemukus” sendiri berasal dari kata Arab kababah yang berarti lada, sementara nama ilmiahnya mengambil akar dari istilah Sanskerta pippali yang merujuk pada lada panjang. Di dunia internasional, ia dikenal sebagai Java Pepper atau Cubeb Pepper, menegaskan identitas kuat rempah ini sebagai produk asli bumi Jawa dan Sumatra.
Penampakan kemukus memang sangat mirip dengan lada hitam — bulat kecil, berwarna coklat keabu-abuan hingga hitam saat kering. Yang membedakan adalah “ekor” kecil yang menempel di setiap butiran buahnya, sehingga ia juga dikenal dengan julukan lada berekor. Buah yang sudah matang dipanen lalu dikeringkan dengan teliti, menghasilkan rempah yang siap digunakan.
Aromanya? Di sinilah kemukus benar-benar unggul dari lada biasa. Aromanya digambarkan sebagai sesuatu yang menyenangkan, aromatik, dan kompleks — perpaduan antara sensasi merica Jamaika dan lada hitam, dengan sentuhan segar yang hangat. Rasanya pedas dan tajam, tapi ada dimensi yang lebih kaya dan tahan lama di lidah. Profesor Kuliner Indonesia Murdijati Gardjito bahkan menegaskan bahwa kemukus sebagai bumbu masakan sudah digunakan sejak zaman kuno, dan jejak penggunaannya bahkan terlihat pada ukiran-ukiran di Candi Borobudur.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan