Ia mengajak para santri untuk terus belajar dan membangun karakter serta akhlak yang baik sebagai bekal menjadi generasi penerus bangsa.
“Saya yakin santri dan santriwati yang sedang mondok hari ini akan menjadi penerus bangsa dan negara. Semua itu diawali dengan karakter dan akhlak yang baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, KDS juga mengenang hubungan historisnya dengan Desa Ciheulang dan almaghfrullah almarhum KH Asep Jamaludin. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya kepada masyarakat.
“Bermula dari Ciheulang saya menjadi kepala desa. Berangkat dari Ciheulang pula, alhamdulillah hari ini saya dipercaya menjadi Bupati Bandung hingga periode kedua. Ciheulang memiliki sejarah tersendiri bagi perjalanan pengabdian saya,” katanya.
KDS menilai Desa Ciheulang dan Ponpes Al-Husaeni menjadi bagian dari sejarah kebangkitan masyarakat Kabupaten Bandung melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan