Menurut Kepala UPT Sarana Prasarana Wilayah Margahayu DPUTR Kabupaten Bandung, Deni Mulyana, kerusakan terjadi pada bagian pinggir badan jalan yang mengalami retak dan amblas akibat abrasi tanah setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya volume kendaraan berat yang melintas, terutama truk kontainer bertonase besar yang saban hari menggunakan jalur tersebut.
“Padahal jalan ini termasuk tipe kelas C, sementara kendaraan yang melintas banyak yang masuk kategori jalan kelas A. Jadi beban jalan tidak sebanding dengan kapasitas konstruksinya,” jelas Deni.
Ia menyebut pihaknya telah berupaya berkoordinasi dengan pihak JNT Express agar kendaraan bertonase besar dapat dibatasi dan tidak terus melintasi ruas jalan tersebut.
Menurutnya, jika tidak dilakukan pembatasan tonase, kerusakan jalan berpotensi semakin meluas dan membutuhkan penanganan yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan