Dalam garis besar waktu makan dimulai sejak tengah malam higga menjelang terbit fajar. Namun ada hadis yang menjelaskan bahwa waktu makan sebelum menjalankan puasa dianjurkan mendekati waktu subuh.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
“Kami bersahur bersama Rasulullah SAW, kemudian beliau bangkit untuk salat. Jarak antara sahur kami dan salat (Subuh) sekitar bacaan lima puluh ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengakhirkan waktu makan dan minum hingga mendekati azan Subuh. Jika dikonversikan dalam perkiraan waktu, jaraknya sekitar 30–40 menit sebelum azan Subuh berkumandang.
Hal ini diperkuat oleh riwayat lain yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW mengakhirkan makan dan minum dan menyegerakan berbuka.
Mengakhirkan sahur memiliki hikmah tersendiri. Selain mengikuti sunnah, waktu tersebut juga membantu tubuh mendapatkan asupan energi yang lebih efektif untuk menjalani puasa sepanjang hari.
Ada beberapa alasan mengapa sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu Subuh:
- Mengikuti sunah Rasulullah SAW
Kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang mengakhirkan sahur menjadi pedoman utama bagi umat Islam.
- Tubuh lebih siap berpuasa
Makan terlalu awal berisiko membuat tubuh cepat merasa lapar. Dengan makan dan minum mendekati Subuh, energi yang diperoleh dapat bertahan lebih lama.
- Memaksimalkan ibadah malam
Sepertiga malam terakhir dikenal sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan doa.





Tinggalkan Balasan