Kampung Mahmud didirikan oleh seorang ulama penyebar Islam, Eyang Dalem Abdul Manaf, yang diyakini masih memiliki garis keturunan dengan para penyebar Islam di tanah Sunda.

Kawasan ini dikenal sebagai kampung adat Islam yang hingga kini masih mempertahankan sejumlah tradisi dan kearifan lokal. Masjid Agung Mahmud yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat juga memiliki keunikan tersendiri.

Dalam sejarahnya, bangunan masjid tersebut dibangun dengan mempertahankan sejumlah aturan adat yang diwariskan para pendahulu, termasuk penggunaan material bangunan yang menyesuaikan dengan tradisi setempat seperti banyak menggunakan material kayu dan bambu.

Menurut KDS, keberadaan Kampung Mahmud bukan hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga pusat pendidikan moral dan spiritual yang harus terus dijaga oleh generasi muda.

“Kita harus menjaga warisan para ulama dan waliyullah yang telah membangun peradaban Islam di kawasan ini. Kampung Mahmud memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi Kabupaten Bandung,” katanya.

Rizki Oktaviani
Editor