Tidak ada unsur pamer atau dominasi dalam kacapi suling. Setiap instrumen tahu porsinya. Ini selaras dengan nilai silih asah, silih asih, silih asuh yang menjadi filosofi hidup masyarakat Sunda. Musik menjadi medium untuk mengajarkan keseimbangan, kesabaran, dan kepekaan rasa.

Dari sisi estetika, keindahan kacapi suling justru terletak pada kesederhanaannya. Nada-nada yang berulang bukan berarti membosankan, tapi justru mengajak pendengar untuk lebih peka terhadap perubahan kecil dalam melodi. Ini mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu harus megah.

Di era sekarang, ketika banyak orang mencari ketenangan dari hiruk pikuk digital, nilai estetika kacapi suling terasa semakin relevan. Musik ini seperti pengingat bahwa ketenangan adalah bagian penting dari kualitas hidup.

Saatnya Mendengar dan Merawat Warisan Lembut Ini

Kacapi suling adalah bukti bahwa musik tradisional tidak pernah benar-benar usang. Justru di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, harmoni lembut khas Tatar Sunda ini menawarkan ruang tenang yang sangat dibutuhkan.

Ananditha Nursyifa
Editor