Kacapi suling juga kerap digunakan sebagai pengiring tembang Sunda, yaitu nyanyian tradisional yang berisi puisi atau syair kehidupan. Dalam konteks ini, musik berperan memperkuat makna lirik dan emosi yang ingin disampaikan.
Di luar acara adat, kacapi suling sering ditampilkan dalam pertunjukan seni, festival budaya, hingga ruang publik modern seperti hotel, spa, dan bandara. Ini menunjukkan bahwa fungsinya sudah berkembang, dari musik tradisi menjadi musik representasi identitas Sunda di ruang global.
Menariknya, di beberapa sekolah dan sanggar seni di Jawa Barat, kacapi suling juga diajarkan kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan budaya. Hal ini menjadi upaya penting untuk menjaga keberlangsungan musik tradisional di tengah gempuran budaya populer.
Makna Estetika Kacapi Suling dalam Budaya Sunda
Lebih dari sekadar bunyi, kacapi suling mengandung makna estetika yang dalam. Musik ini mencerminkan cara pandang orang Sunda terhadap kehidupan: sederhana, seimbang, dan harmonis dengan alam.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan