Jika seseorang tumbuh dalam lingkungan yang penuh kehangatan, konsistensi, dan rasa aman, ia cenderung mengembangkan secure attachment. Orang dengan pola ini biasanya mampu membangun hubungan yang sehat, saling mendukung, dan stabil.
Namun, tidak semua orang memiliki pengalaman tersebut. Sebagian orang tumbuh dengan pengasuh yang tidak konsisten, terlalu kritis, emosional tidak tersedia, atau bahkan penuh konflik. Pengalaman seperti ini dapat membentuk pola attachment yang tidak aman.
Akibatnya, ketika dewasa seseorang bisa merasa “terbiasa” dengan dinamika hubungan yang tidak stabil. Tanpa disadari, mereka justru merasa tertarik pada orang yang memiliki pola perilaku mirip dengan figur penting di masa kecil.
Hubungan yang seharusnya terasa tidak nyaman justru terasa “familiar”. Dan dalam psikologi, rasa familiar sering kali disalahartikan sebagai rasa cocok.
Trauma Bonding
Konsep lain yang sering menjelaskan ketertarikan pada pasangan yang tidak sehat adalah trauma bonding. Trauma bonding terjadi ketika seseorang membangun ikatan emosional yang kuat dengan orang yang juga menyakiti atau memanipulasi mereka.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan