“Ke depan perpustakaan ini tidak boleh hanya menjadi tempat buku. Perpustakaan harus menjadi ruang publik untuk belajar, berdiskusi, dan berkreasi,” katanya.
Edukasi keamanan digital
Jambore Gempita 2026 juga mengangkat isu keamanan anak di ruang digital melalui BERAKSI Digital Safety Corner dari Telkom University.
BERAKSI atau Berani Atasi Kekerasan Seksual Sejak Dini menghadirkan simulasi permainan interaktif berbasis virtual reality (VR) dan kecerdasan buatan (AI) bagi anak.
Program tersebut juga menyediakan sesi berbagi dan konsultasi bersama psikolog bagi guru dan orang tua mengenai pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan perkembangan anak.
Asep mengatakan, literasi juga mencakup kemampuan anak memahami lingkungan sosial, menghargai perbedaan, dan membangun empati.
“Kita ingin anak-anak tumbuh cerdas, aman, nyaman, dan berkarakter,” ujarnya.
Dorong anak berkarya
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, Jambore Gempita memberikan ruang bagi anak dan pelajar untuk menunjukkan kemampuan serta kreativitas mereka.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan