Apa Kata Psikologi? Jauh Lebih Kompleks dari Sekadar “Nggak Serius”
Nah, di sinilah artikel ini berbeda dari sekadar thread Twitter atau video TikTok biasa. Karena psikologi menawarkan pemahaman yang jauh lebih nuansir tentang mengapa perilaku “cowok bingung” ini bisa terjadi — dan jawabannya tidak sesederhana “dia memang nggak mau serius” atau “dia jahat.”
Anxious-Avoidant Attachment Style. Ini adalah salah satu penjelasan psikologis yang paling relevan. Teori Attachment — yang dikembangkan oleh John Bowlby dan diperluas oleh peneliti-peneliti selanjutnya — menjelaskan bahwa pola kelekatan seseorang dalam hubungan romantis terbentuk sejak masa kecil berdasarkan pengalaman dengan figur pengasuh utama.
Seseorang dengan avoidant attachment cenderung tidak nyaman dengan keintiman emosional yang terlalu dekat, menginginkan pasangan tapi secara tidak sadar menarik diri saat hubungan semakin serius.
Sementara anxious attachment membuat seseorang sangat takut ditinggalkan, sehingga perilakunya bisa tampak tidak konsisten — sangat perhatian di satu sisi, tapi panik dan menghilang di sisi lain.
Kombinasi keduanya, yang disebut fearful-avoidant attachment, menghasilkan pola yang sangat mirip dengan apa yang netizen sebut sebagai “cowok bingung”: menginginkan koneksi tapi takut keintiman, mendekati lalu menjauh, berulang-ulang.
Alexithymia dan Kesulitan Mengekspresikan Emosi. Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology (2021) menemukan bahwa ketika pria tampak tidak bereaksi atau bingung saat menghadapi situasi emosional, ini seringkali bukan karena tidak peduli — melainkan karena mereka benar-benar terbebani secara emosional, kekurangan kosakata untuk merespons, atau takut salah ucap yang memperburuk situasi.
Secara psikologis, banyak pria dibesarkan dalam budaya yang tidak mendorong ekspresi emosional. Akibatnya, mereka mungkin benar-benar bingung dengan perasaan mereka sendiri — dan ketidakmampuan mengkomunikasikan perasaan itu termanifestasi sebagai perilaku yang tampak tidak konsisten di luar.
Fear of Commitment vs. Tidak Mau Serius. Ada perbedaan penting antara seseorang yang memang tidak ingin serius dengan siapapun (dan seharusnya jujur soal itu) dengan seseorang yang mengalami commitment phobia — ketakutan yang genuine terhadap komitmen, yang berakar dari pengalaman masa lalu seperti menyaksikan hubungan yang tidak sehat, atau trauma pengabaian.
Menurut psikologi, commitment phobia sering muncul sebagai mekanisme pertahanan diri — melindungi diri dari potensi luka dengan cara tidak pernah benar-benar masuk ke dalam hubungan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan