Bagi Dedi, inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai proyek perubahan. INTI KRESNA harus mampu berkembang menjadi sistem yang berkelanjutan dan benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi.
Dengan sistem pelaporan yang lebih terintegrasi, informasi intelijen diharapkan tidak hanya tersimpan sebagai arsip. Lebih dari itu, informasi tersebut bisa menjadi pijakan penting bagi pimpinan dalam membaca potensi gangguan kamtibmas dan menentukan langkah secara cepat dan tepat
INTI KRESNA sendiri digagas Kasat Intelkam Polrestabes Bandung AKBP Hunter Spionator. Sistem tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pelaporan intelijen melalui ekosistem digital.
Hunter menjelaskan, INTI KRESNA tidak sekadar menjadi sarana administrasi elektronik.
Sistem tersebut dirancang untuk mempercepat arus informasi, meningkatkan keterlacakan produk intelijen, serta mendukung fungsi deteksi dini dan peringatan dini.
“INTI KRESNA mempercepat arus informasi, meningkatkan keterlacakan produk intelijen, serta mendukung deteksi dini dan peringatan dini sebagai dasar pengambilan keputusan,” ungkap Hunter.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan