image_pdfimage_print

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai maximizer tendency — kecenderungan ingin mendapatkan pilihan terbaik absolut, bukan sekadar cukup baik. Ironisnya, penelitian menunjukkan bahwa maximizer justru lebih sering merasa tidak puas setelah mengambil keputusan.

Decision Fatigue: Otak Juga Bisa Lelah

Faktor lain yang jarang disadari adalah decision fatigue. Setiap hari kita membuat ratusan keputusan kecil, mulai dari bangun tidur sampai sebelum tidur lagi.

Ketika energi mental menurun, kemampuan mengambil keputusan ikut melemah. Itulah kenapa kita cenderung lebih impulsif atau justru makin ragu saat sedang lelah.

Makanya, banyak tokoh sukses menyederhanakan pilihan sehari-hari (misalnya pakaian yang itu-itu saja) agar energi mental bisa difokuskan pada keputusan penting.

Cara Melatih Diri Agar Lebih Tegas dalam Mengambil Keputusan

Kabar baiknya, kemampuan mengambil keputusan bisa dilatih. Berikut beberapa teknik yang bisa kamu coba.

1. Gunakan Teknik 5-5-5 Rule

Tanya pada diri sendiri:

  • Apakah keputusan ini akan berdampak dalam 5 hari?
  • 5 bulan?
  • 5 tahun?

Teknik ini membantu memberi perspektif. Banyak keputusan yang terasa besar ternyata dampaknya hanya sementara.

2. Batasi Waktu Berpikir

Beri tenggat waktu. Misalnya, untuk keputusan kecil cukup 10 menit. Untuk keputusan sedang, 1–2 hari. Tanpa deadline, otak akan terus mencari kemungkinan baru tanpa henti.

3. Fokus pada Nilai Inti (Core Values)

Keputusan jadi lebih mudah kalau kamu tahu apa yang paling penting dalam hidupmu. Apakah itu keamanan finansial? Kebebasan? Keseimbangan hidup? Pertumbuhan pribadi?

Ananditha Nursyifa
Editor