Salah satu akar utama sulit mengambil keputusan adalah kecemasan. Orang dengan tingkat anxiety tinggi sering kali terlalu fokus pada kemungkinan terburuk.
Pola pikirnya biasanya seperti ini: “Kalau aku pilih ini, nanti gagal gimana?” “Kalau ternyata pilihan satunya lebih baik?” “Kalau orang lain kecewa?”
Ketakutan akan membuat kesalahan (fear of making mistakes) sering berakar dari pengalaman masa lalu, pola asuh yang perfeksionis, atau lingkungan yang terlalu kritis.
Dalam psikologi, ini juga berkaitan dengan konsep intolerance of uncertainty — ketidakmampuan menerima bahwa masa depan memang tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Padahal, semua keputusan pasti mengandung risiko.
Hubungan Indecisiveness dengan Overthinking
Kalau kamu overthinking, besar kemungkinan kamu juga sering sulit mengambil keputusan.
1. Pola Pikir Berulang Sebelum Memutuskan
Overthinking membuat seseorang terus memutar ulang skenario yang sama di kepala. Otak seperti tidak pernah merasa “cukup yakin”. Akibatnya, keputusan tertunda terus.
2. Ruminasi dan Kecemasan Masa Depan
Ruminasi adalah kebiasaan memikirkan hal yang sama berulang-ulang tanpa solusi jelas. Biasanya fokus pada kemungkinan negatif di masa depan. Ini membuat tubuh ikut stres, jantung berdebar, dan akhirnya memilih untuk tidak memilih.
3. Perfeksionisme Memperparah Keraguan
Perfeksionisme sering menyamar sebagai standar tinggi. Tapi dalam konteks pengambilan keputusan, perfeksionisme bisa melumpuhkan. Karena kita menunggu pilihan yang “paling sempurna”, padahal realitanya tidak ada keputusan tanpa risiko.





Tinggalkan Balasan