Saat seseorang sedang sedih atau stres, pola gerakan tubuh biasanya berubah menjadi lebih lambat, nada bicara lebih pelan, dan ekspresi wajah terlihat berbeda.
Kucing yang terbiasa hidup bersama pemiliknya dapat menangkap perubahan tersebut. Beberapa kucing menunjukkan respons berupa mendekat, duduk di dekat pemilik, mengeong lebih lembut, atau tidur di sekitar manusia yang sedang emosional.
Namun, penting dipahami bahwa respons setiap kucing bisa berbeda. Ada kucing yang menunjukkan perhatian secara aktif, tetapi ada juga yang justru menjaga jarak ketika suasana rumah terasa tegang. Hal ini dipengaruhi oleh kepribadian, pengalaman hidup, dan tingkat kedekatan mereka dengan manusia.
Menariknya lagi, penelitian tahun 2025 dari Frontiers in Veterinary Science menyebutkan bahwa hewan peliharaan termasuk kucing juga dapat mengalami “emotional contagion,” yaitu kondisi ketika mereka ikut terpengaruh oleh emosi manusia di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan