Artinya, mereka bisa menangkap sinyal emosional dari bahasa tubuh manusia. Hal ini sebenarnya cukup masuk akal. Kucing domestik telah hidup berdampingan dengan manusia selama ribuan tahun. Dalam proses domestikasi tersebut, mereka belajar memahami pola komunikasi manusia demi bertahan dan membangun hubungan sosial.
Meski kemampuan sosial kucing tidak se-ekspresif anjing, mereka tetap memperhatikan nada suara, gerakan tubuh, dan rutinitas pemiliknya setiap hari.
2. Kucing Bisa Merespons Saat Pemiliknya Sedang Sedih atau Stres
Pernah merasa kucing tiba-tiba lebih lengket ketika kamu sedang menangis atau kelelahan?
Ternyata, hal tersebut cukup sering dilaporkan oleh banyak pemilik hewan peliharaan. Menurut penelitian dari University of Lincoln terkait hubungan manusia dan hewan peliharaan, kucing mampu mengenali perubahan perilaku manusia melalui intonasi suara, tingkat aktivitas, dan bahasa tubuh.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan