BANDUNG, Prolite – Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga beras saat ini diakibatkan faktor cuaca dan masa panen belum mulai, sehingga produksi beras agak susah. Selain itu pemasok dari Cianjur pun pasca gempa belum ada pengiriman.
Ahmad (30) pedagang beras di Pasar Palasari mengaku kenaikan harga beras rata-rata Rp1000 untuk beras premium dan Rp500 untuk beras medium.
“Kalau beras pandan wangi dari Cianjur Rp14.000 jadi Rp15.000, kalau yang medium dari Rp11.000 jadi Rp11.500,” ungkapnya.
Hal ini berdampak pada pembelian kata Ahmad. Sebelum kenaikan per hari ia bisa menjual 50 kg.
“Sekarang paling 30 kg, terlihatnya pas week end biasa banyak yang belanja, sekarang ya berkurang,” ucapnya.
Masih kata Ahmad pembeli saat ini pun banyak yang mencoba beralih dari beras premium ke medium.
Sementara itu Kepala Bulog Cabang Bandung Yuliani Alzam memastikan stok beras di gudang Bulog aman hingga 3 bulan ke depan.
Bulog pun siap menggelontorkan beras medium pada pasar-pasar yang ada di Kota Bandung.
“Kami punya stok beras medium 3.000 ton, jadi insyaallah aman hingga tiga bulan ke depan. Sampai waktu kita nanti pengadaan lagi di Maret,” ujar Yuliani, Kamis, 26 Januari 2023.
Bulog, ungkapnya, mulai memasarkan beras medium pada Kamis ini. Harga beli beras medium dari Bulog sebesar Rp 8.300 per kilogram. Sementara untuk premium variatif dengan harga tertinggi Rp 12.800 per kilogram.(kai)



Tinggalkan Balasan