Menurut produser Shanty Harmayn, transisi dari live-action ke animasi bukan sekadar mengulang cerita lama, tapi benar-benar merancang ulang pengalaman menonton.
Dalam wawancaranya (Antara, 2026), Shanty menjelaskan bahwa tim produksi harus memikirkan bagaimana memaksimalkan kekuatan animasi—hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan di versi live-action.
Di sinilah animasi jadi punya “kebebasan” lebih luas: visual bisa lebih eksploratif, adegan lebih dinamis, dan emosi bisa disampaikan dengan cara yang lebih kreatif.
Visual Lebih Imajinatif, Cerita Lebih Relatable
Sutradara Ronny Gani juga menegaskan bahwa animasi harus “lebih” dari live-action—terutama dari sisi imajinasi. Film ini nggak cuma menampilkan pertandingan sepak bola biasa, tapi juga dipadukan dengan:
- Elemen fantasi
- Komedi visual
- Aksi olahraga yang intens
Gabungan ini membuat pengalaman menonton jadi lebih seru dan nggak monoton. Tapi yang menarik, meskipun visualnya lebih ‘liar’, ceritanya justru dibuat lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan