Menurut Angling, ide film ini lahir dari keresahan melihat generasi muda yang mulai jauh dari cerita daerahnya sendiri. “Film ini memang berangkat dari sejarah dan nilai budaya Sunda, tapi kami kemas dengan cara yang lebih ringan dan modern. Tujuannya supaya generasi muda tidak merasa jauh dengan cerita daerahnya sendiri,” ujarnya.
Pernyataan ini terasa relevan dengan kondisi saat ini, ketika budaya global begitu mudah diakses, sementara cerita lokal sering kali terpinggirkan. Sunda Emperor hadir sebagai pengingat bahwa budaya daerah bisa tetap keren, menghibur, dan relate dengan kehidupan modern.
Drama Petualangan Berbalut Komedi yang Relate
Dari segi genre, Sunda Emperor mengusung drama petualangan yang dipadukan dengan unsur komedi. Kombinasi ini membuat ceritanya terasa cair dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.
Film ini berkisah tentang tiga sahabat—Miheng, Ece, dan Ohim—yang memulai perjalanan penuh makna. Awalnya, petualangan mereka dipicu oleh sebuah simbol misterius berupa koin kerajaan Sunda. Dari sinilah cerita berkembang menjadi eksplorasi tentang sejarah, identitas, dan nilai persahabatan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan