Namun, semuanya berubah ketika Ibu meninggal dunia. Cahaya yang selama ini menerangi rumah itu tiba-tiba padam. Sang Bapak dan kedua anaknya harus menghadapi duka sekaligus kenyataan pahit bahwa hidup tidak lagi berjalan semudah sebelumnya.
Usaha empal gentong keluarga yang dulu laris manis mulai goyah. Tanpa sosok Ibu sebagai pengatur utama, resep sering gagal, manajemen berantakan, bahkan mereka sempat menjadi korban penipuan. Duka yang belum selesai bertabrakan dengan tuntutan ekonomi dan konflik internal keluarga.
Di tengah keterpurukan, film ini memperlihatkan bagaimana setiap anggota keluarga berjuang menemukan perannya masing-masing. Hingga akhirnya, penonton diajak memahami satu pesan penting: meski ibu telah tiada, kasih dan ajarannya akan selalu hidup dan menemani langkah anak-anaknya.
Refleksi Mendalam tentang Sosok Ibu

Salah satu kekuatan utama Rumah Tanpa Cahaya adalah refleksi mendalam tentang sosok ibu. Dalam sesi tanya jawab, Deddy Mizwar yang terlibat dalam pengembangan skenario menyampaikan pesan yang sangat menohok namun jujur.





Tinggalkan Balasan