Legenda menyebutkan, kuyang umumnya berwujud perempuan berambut panjang, yang pada siang hari tampak seperti manusia biasa. Namun saat malam tiba, terutama setelah ritual ilmu hitam dilakukan, kepalanya dapat terlepas dari tubuh dan terbang bebas mencari mangsa.
Target utama kuyang sering kali adalah bayi, ibu hamil, atau perempuan melahirkan. Dalam kepercayaan lokal, darah dan organ tertentu diyakini memberi kekuatan untuk mempertahankan kecantikan, awet muda, dan kekuatan gaib. Inilah yang membuat sosok kuyang bukan hanya menyeramkan secara visual, tetapi juga sarat makna sosial: ketakutan terhadap ambisi, kecemburuan, dan keputusasaan.
Menariknya, mitos kuyang memiliki kemiripan dengan legenda lain di Nusantara seperti palasik di Sumatra atau leyak di Bali. Namun, kuyang tetap punya ciri khas Kalimantan yang kuat, terutama dalam kaitannya dengan kepercayaan adat dan konflik batin perempuan.





Tinggalkan Balasan