Sita dan Gendis yang memiliki keterbatasan penglihatan, memulai perjalanan menggunakan bus terakhir menuju Semarang. Bus tersebut harus melewati jalur hutan Alas Roban, kawasan yang dikenal sebagai daerah angker dan rawan celaka. Sejak awal perjalanan, suasana sudah terasa tidak nyaman, seolah ada sesuatu yang mengawasi dari balik gelapnya hutan.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika bus mendadak mogok di tengah Alas. Dalam kondisi malam yang sunyi dan minim penerangan, para penumpang mulai merasakan kengerian.
Setelah kejadian tersebut, kehidupan Sita dan Gendis tak pernah kembali normal. Setiap malam, Gendis mengalami kerasukan, tubuhnya seolah dikuasai oleh makhluk lain yang perlahan menggerogoti jiwanya.
Sita kemudian dibantu oleh sepupunya, Tika, untuk mencari jawaban atas hal yang menimpa Gendis. Mereka kemudian bertemu Anto, seorang sopir ambulans yang memiliki pengetahuan tentang mitos dan larangan yang menyelimuti wilayah tersebut. Dari Anto, terungkap bahwa apa yang dialami Gendis bukanlah kebetulan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan