Patut Diapresiasi : Warga Kelurahan Sukamiskin Bandung Berhasil Selesaikan Masalah Sampah

Kelurahan Sukamiskin

BANDUNG, Prolite – Berhasil menyelesaikan masalah sampah bahkan warga di RT 04 RW 09 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik ini kekurangan sampah organik, membuat Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan ingin meninjau kegiatan pengolahan sampah disana.

“Kebetulan saya hari ini berkesempatan bertemu dengan warga di RW 10 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik,” ujar Tedy.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, tinjau kegiatan pengolahan sampah – Cr.

Tedy mengatakan sangat mengapresiasi warga Kelurahan Sukamiskin yang mau menyiapkan lubang pembuangan sampah organik di lahan kosong di sekitar rumahnya. Sehingga bisa mengurangi produksi sampah di Kota Bandung.

“Apa yang dilakukan oleh warga di sini, sudah sesuai dengan program Pemjkot Bandung untuk mengurangi dampak sampah dalam kondisi darurat sampah sekarang. Yaitu dengan membuat lubang untuk menimbun sampah organik,” paparnya.

Kepada seluruh warga Kota Bandung, Tedy menyampaikan harapannya, agar bisa mengolah dan memilah sampah sehingga menjadi kebiasaan. Hal ini yang sementara bisa dilakukan pemkot Bandung untuk mengurangi masalah sampah.

“Karena ini merupakan langkah yang paling efektif dan mudah untuk mengatasi masalah darurat sampah sekarang,” jelasnya.

Warga Kelurahan Sukamiskin Mengolah Sampah Dengan Berbagai Cara

75 persen warga Kelurahan Sukamiskin telah berhasil olah sampah di rumahnya masing-masing – Cr. Humas Kota Bandung

Selain di RW 10, Tedy juga berkesempatan melihat RW 09 Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik, di mana mereka mengolah sampah organik menjadi komoditi yang bisa dimanfaatkan, seperti menjadi eco enzim, sabun cuci dan lain sebagainya.

Lewat tempat yang diberi nama Kampoeng Takakura, warga memamerkan bagaimana cara mereka mengolah sampah organik menjadi barang yang lebih berguna.

“Saya akan memberikan rekomendasi, agar banyak wilayah yang belajar ke Kampoeng Takakura ini. Sehingga di sini bisa dijadikan percontohan,” katanya.

Selain itu, baik warga RW 10 dan RW 09 mempunya mesin pencacah, yang bisa mengolah sampah menjadi bubur magot.

Bahkan untuk RW 09 Kelurahan Sukamiskin ini kerap kekurangan sampah organik, sehingga harus meminta sanpah dari rumah makan setempat.

Budi daya magot di Kelurahan Sukamiskin, Bandung – Cr.

Hal itu dipertegas oleh Camat Arcamanik Willy Yudia Laksana, yang mengatakan bahwa warga Kelurahan Sukamiskin menggunakan lahan kosong bantaran Sungai Cironggeng, untuk temapat pengolahan sampah.

“Salah satu upaya pengolahan sampah yang dilakukan warga adalah dengan membuang sampah organik ke lubang yang digali di bantaran Sungai Cironggeng. Lubang yang digali sedalam dua meter tersebut sekarang sudah ada di beberapa titik. Khusus di RW 10 saja, ada sekitar 10 titik dan kami upayakan akan bertambah dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Menurut Willy, kesadaran warganya dalam memilah dan mengolah sampah sudah sangat baik. Salah satu indikatornya, adalah berkurangnya tumpukan sampah di TPS di wilayahnya.

“Walaupun memang ada tumpukan sampah di TPS, namun tidak sampai meluber. Itu menunjukkan bahwa masyarakat bisa mengolah sampah sendiri di rumah,” tambahnya.

Untuk kawasan bebas sampah (KBS) di wilayahnya, Willy mengatakan dari 54 RW yang ada di wilayahnya sudah 22 RW yang amsuk dalam kategori KBS.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah, bahkan targetnya bisa semua RW menajdi KBS,” terangnya.

Disinggung mengenai upaya mengatasi kondisi darurat sampah di Kota Bandung, Willy mengatakan pihaknya tengah melakukan patroli sampah, di mana petugas dibagi menajdi tiga sift, dan memastikan tidak ada sampah yang dibuang di jalanan.




Bahaya Kekeringan Melanda Kota Bandung, MUI Megajak Umat Muslim Berdoa Bersama

Ilustrasi kekeringan melanda MUI meminta umat muslim berdoa meminta turun hujan (IStockphoto)

Kota Bandung Dilanda Kekeringan, MUI Megajak Umat Muslim Berdoa Bersama

BANDUNG, Prolite – Kekeringan telah melanda di seluruh penjuru Kota Bandung, bahkan beberapa daerah di Bandung mengalami kelangkaan air bersih.

Menyikapi masalah kekeringan di beberapa daerah maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mengajak untuk seluruh umat muslim berdoa bersama.

Berdoa bersama ini diperuntukan untuk seluruh umat muslim agar meminta kepada Allah SWT untuk turun hujan.

Ilustrasi kekeringan (dok Okezone).
Ilustrasi kekeringan (dok Okezone).Ilustrasi kekeringan (dok Okezone).

Bahkan MUI telah mengeluarkan surat resmi untuk doa yang bisa dilafalkan warga yakni:

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda”.

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang merata, segera, menyuburkan, lebat, merata, segera tanpa kelambatan, bermanfaat tanpa bahaya. Hujan yang dapat memenuhkan (kantong kelenjar) susu binatang ternak, yang menumbuhkan tanaman, yang menghidupkan tanah setelah mati (karena kekeringan).” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi).

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abbad bin Tamim, ia berkata:

“Sesungguhnya Rasulullah mengajak orang-orang keluar untuk memohon turunnya hujan. Beliau shalat dua rakaat bersama mereka, dan beliau membaca dengan suara keras. Setelah memindahkan kain selendang, beliau mengangkat kedua tangannya, lalu berdo’a memohon diturunkan hujan sambil menghadap kiblat.” (HR Bukhari).

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan binatang-binatang (ciptaan)-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu yang sebelumnya mati”.

Do’a yang biasa dibacakan oleh Al-Hasan sebagai mana diriwayatkan oleh AthThabrani :

Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu dan memohon siraman hujan dari-Mu; Ya Allah, kami sungguh sungguh memohon ampunan kepada-Mu, karena sesunguhnya Engkau Maha Pengampun, curahkanlah hujan yang lebat kepada kami;

Ya Allah, siramlah kami dengan siraman hujan yang bermanfa’at dan menjadi simpanan yang bisa menambah rasa syukur kami, berikanlah rizki kepada kami, rizki keimanan dan buah keimanan, sesungguhnya pemberian-Mu itu tidak akan tercegah;

Ya Allah, turunkanlah hujan itu kepada hamba hamba-Mu dan negri-negri-Mu, hidupkanlah binatang-binatang (ciptaan)-Mu, tebarkanlah rahmat-Mu wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang;

Ya Allah, turunkanlah (hujan) ke tanah kami di musim semi, dan turunkan pula (hujan itu) ke tanah tempat kediaman kami; berikan rizki kepada kami dari keberkahan langit dan bumi, karena Engkau sebaikbaik pemberi rizki;

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat yang merata, segera tanpa ditunda, bermanfa’at tanpa mencelakakan, harga-harga menjadi murah, rizki kami terus mengalir, dan jadikanlah dengan hujan itu
kenikmatan atas pengembaraan kami dan keberadaan kami (di tempat kami) dan jadikanlah kami orang-orang yang barsyukur kepada-Mu. (Riwayat Ath-Thabrani dalam kitab “Al-Du’a” miliknya (960)).

 




Titik Tumpukan Sampah Dimana-mana, Pemkot Bandung Cari Lahan untuk TPS

Pemkot Bandung mengurai permasalahan sampah di Kota Bandung (humas Pemkot).

Titik Tumpukan Sampah Dimana-mana, Pemkot Bandung Cari Lahan untuk TPS

BANDUNG, Prolite – Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Iman Lestariyono membenarkan titik tumpukan sampah kini terlihat dimana-mana.

Karenanya Iman mendorong Pemkot Bandung segera mengeluarkan berbagai kebijakan dimana setiap kebijakan itu selaras dengan anggaran terutama untuk mengeluarkan anggaran biaya tak terduga (BTT) guna penanganan kedaruratan sampah.

“Sebetulnya kemarin sudah didorong pembahasan perubahan tapi dengan kejadian ini harus lebih cepat,” tegas Iman saat dihubungi.

Karena kalau dari anggaran biasa kata Iman itu kecil. Selain mendorong anggaran, pihaknya pun mendorong

(TPST).

“Kota Bandung ini belum berani investasi terkait dengan sampah. Karena kalau kita punya 1000 meter persegi paling tidak lahan dengan TPST itu ada beberapa titik insyaallah selesai lah sampah organik,” ucapnya.

Dan yang harus didorong lanjutnya,  masyarakat harus bisa menyelesaikan sampah dilevel rumah. Terlebih  kebijikakan tersebut dari dulu.

Hanya sayangnya kata Iman, semua tidak serius baik dari pemerintah kota maupun masyarakatnya. Belum bisa merubah habit, nah kedepan, mau tidak mau harus dipaksakan memilih dengan catatan harus difasilitasi oleh pemerintah.

Iman juga berharap pada APBD perubahan, DLH bisa segera membuat perlengkapan untuk masyarakat.

“Kalau dulu lobang biopori, loseda itu sebetulnya mungkin pekarangan rumah satu rumah bisa  misal punya dua saja sebetulnya bisa selesai nah kalau yang tidak punya  pengarangan berarti ini kan harus ditarik ke skala yang lebih luas apa skala RT atau RW atau skala kelurahan kecamatan,” ungkapnya.

Begitupun dibeberapa jalan yang memungkinkan atau sering kali ada terjadi titik genangan air dimungkinkan dibuat lubang bio pori sekaligus dipakai untuk membuang sampah organik.

“Hanya pengalaman yang lalu waktu jaman RK itu, ya tidak dirawat lubang bio pori itu gak dirawat, bahkan isinya macem-macem. Ini mah harus bareng-bareng gak bisa sendiri, jadi pemerintah memfasilitasi mendorong kemudian juga dari masyarakat harus turun semua aparat juga memandu,” tandasnya.

Masih kata Iman, susahnya pengolahan sampah mandiri secara sosialisasi dan edukasi belum maksimal, karena seolah-olah masih menggangap sampah harus dibuang jauh-jauh dari rumah.

Lalu alasan pekarangan, dan riweuh (ribet,red) menjadi kendala sulitnya mengolah sampah mandiri.

“Ini bukan sesuatu yang mudah tetapi dengan kondisi ini masa sih kita gak sadar-sadar, saya pikir penyadaran sosialisasi harus terus dari dinas terkait juga harus memfasilitasi harus dilakukan juga pengawasan kerja bareng ini kalau dibeberapa tempat itu harus melibatkan swadaya masyarakat, karena itu berpotensi dan menghasilkan,” ucapnya.

Belum terkait  restribusi sampah, Iman menilai di Kota Bandung masih kecil dan kalaupun dinaikin sedikit akan menganggap mahal.

Sehingga akan lebih adil dikelola oleh masyarakat sendiri, selain jadi ada mata pencaharian buat sebagian masyarakat  juga merasa ada keterbukaan semua pengolahan sampah itu selesai dibawah.

Masih kata dia  ada 8 hal yang bisa dilakukan, namun Iman hanya menyebutkan dua diantaranya yakni pemerintah harus membuat regulasi walau tidak bisa perda atau perwal karena tidak adanya wali kota.

“Jadi rada nanggung tapi Plh tidak masalah, ini kan kondisi kedaruratan. Saya tidak tahu pas nya apa, surat edaran,  surat himbauan, atau apa. Tapi Plh dan dinas terkait bisa langsung,  kita gak bisa menahan sampah itu malah menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

“Anggarkan sejumlah dana untuk fasilitasi masyarakat, kalau perlu pergeseran lakukan karena darurat gunakan dana BTT. Kaji sepakati BTT tinggal dipertimbangkan apa yang akan dilakukan misal TPST, alat memang perlu diadakan tapi tidak mahal untuk kelola sampah organik. Regulasi Kang Pisman harus dikuatkan, dari sekian ton sampah 1/2 adalah  sampaj organik, itu kelola dipisahkan nanti warga bisa ambil.  Cek ke lapangan kalau  satu RW 400 umpi dibuat 1 rw dikasih loseda dan bio pori bisa selesaikan sampah dari 2 3 rumah, libatkan perusahaan juga saya yakin mereka mau,” tutupnya.

Sementara itu Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan pihaknya akan melanjutkan usaha berikhtiar, mencari lahan guna TPS.

Namun sementara itu, Pemkot Bandung membuat lobang-lobang di Lapangan Tegallega peruntukan khusus  sampah  organik

“Ada sampah daun itu kan setiap hari terproduksi dari taman-taman yang ada di Kota Bandung, tapi kan mudah dan tidak terlalu berat nanti kita kuburkan justru jadi pupuk, di tambah sampah sampah bekas makanan yang di sebut secara umum organik, jadi kalo anorganik tidak ada yang di kubur,” tegasnya.

Sampai menunggu ada solusi tepat, Pemkot Bandung kata Ema setiap hari akan menimbun sampah-sampah organik dan dedaunan. Lobang itu nantinya dikasih jarak setengah meter untuk nanti ditutup lagi, kemudian akan mencari titik yang lain.

“Kan ini tidak akan menimbulkan bau apapun kalo sudah di kubur mah, kalo sekarang kita ekstrem justru di tumpuk yang organik pasti akan menimbulkan dampak bau, kita juga menyadari itu. Nah yang anorganik kita akan undang para pemulung dari pada mereka jalan-jalan di kota mending di tarik kesini, saya perintahkan dari DLH mana yang ada nilai ekonominya, silahkan di bawa sama mereka, yang residiu nya memang masih urusan kita nanti kita pikirkan, dan kita berdoa mudah-mudahan Sarimukti katanya hari jumat sudah bisa operasional,” harap Ema.

Selain membuat lubang Ema pun mengkui bahwa hari ini  sedang penjajakan ke TPA Pasir Impun, ia sudah menugaskan Sekdis DLH.

“Tadi pagi alhamdulillah saya sudah berkomunikasi dengan pa Kasdam Brigjen Agus konon katanya sekarang sedang di lapangan, ini fotonya sudah saya terima, mudah-mudahan itu layak, kalo itu layak untuk pembuangan sementara, ini kita kan sudah mulai ada jalan keluar dan sekarang sampah-sampah yang ada di pinggir jalan yang ekstrem sedang bertahap seperti sekarang siang ini saya minta bereskan,” tuturnya.

Bahkan tumpukan yang di jalan Ahmad Yani Cineunying Kidul akan ditarik, sedang untuk yang di jalan Jamika diakuinya sudah beres.

“Nanti, kalau ini sudah ada pengangkutan, yang di Tegalega akan di angkut ke Sarimukti, dari pada semua ini numpuk di jalan, karena TPS kan sekarang sudah gak sanggup  menampung, dan  masyarakat mengelola sendiri dirumah juga perlu proses. Tetapi kita terus dorong masyarakat mandiri sesuai kemampuan,” imbuhnya.

Camat dan Lurah pun kata Ema sedang didorong, supaya terus edukasi masyarakat supaya bisa menangani permasalahan di wilayah semaksimal mungkin.

Lobang yang disiapkan di Lapangan Tegalleg sendiri, saat ini baru ada enam, dan bila di sebelah utara masih ada ruang akan digali lagi.

Dan untuk rencana pembangunan PLTSA diakui Ema, pihaknha  sudah berkirim surat ke PT Brill tapi belum ada jawaban.

“Kan masih bril yang memenangkan, ini akan diteruskan atau tidak? intinya gitu, kalau tidak tentunya kita berharap yang pertama yang Legok Nangka saya dengar dari pak Gubernur itu sekitar dua tahun 2025 nunggunya saya juga belum tentu masih hidup kita tidak tahu. Kita juga sudah ada penawaran dari ITB juga saya  pernah ngobrol dengan Prof. Zaenal Abidin beliau pakar dibidang itu cuman saya lupa nama istilahnya apa,” tutupnya.




Kualitas Udara Kota Bandung Tetap Tidak Sehat dalam 3 Hari ke Depan

Kualitas Udara Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kualitas udara Kota Bandung akan tetap tidak sehat untuk kelompok sensitif dalam 3 hari ke depan.

Berdasarkan pantauan IQAir, kualitas udara Bandung pada hari ini, Senin, 1 September 2023, berada pada angka 121 AQI US, yang tergolong tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Penyebab utama kualitas udara yang buruk adalah polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran sampah.

BMKG memprediksi kondisi cuaca di Bandung dalam 3 hari ke depan akan didominasi oleh cuaca cerah berawan dan hujan ringan.

Cuaca cerah berawan berpotensi meningkatkan konsentrasi polutan udara, sedangkan hujan ringan berpotensi membersihkan polutan udara.

Berikut Prediksi Kualitas udara Kota Bandung dalam 3 Hari ke Depan

  • Selasa, 2 September 2023: Tidak sehat untuk kelompok sensitif (121 AQI US)
  • Rabu, 3 September 2023: Tidak sehat untuk kelompok sensitif (122 AQI US)
  • Kamis, 4 September 2023: Tidak sehat untuk kelompok sensitif (123 AQI US)

Meskipun Kota Bandung tidak masuk dalam 10 besar kualitas udara terburuk secara real-time, namun hal ini harus diwaspadai.

Kualitas udara yang buruk dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti orang tua, anak-anak, orang dengan penyakit pernapasan, dan ibu hamil.

Live-Map Kota Bandung dan sekitarnya – Cr. IQAir

Ini perlu diingat bahwa negara Indonesia merupakan negara polusi udara terburuk sejauh ini.

Menurut data IQAir, kualitas udara Indonesia pada tahun 2022 rata-rata berada pada tingkat tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti emisi kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran sampah.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kualitas udara Kota Bandung yang buruk dan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti:

  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama jika Anda termasuk kelompok sensitif, seperti orang tua, anak-anak, orang dengan penyakit pernapasan, dan ibu hamil.
  • Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan sore hari, saat polutan udara biasanya lebih tinggi.
  • Kurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan beralihlah ke transportasi umum atau berjalan kaki.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan, masyarakat dapat melindungi diri dari dampak buruk kualitas udara Kota Bandung yang kian hari kian tak sehat.




Kolaborasi Pemprov dan PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

PWI Jabar

Kolaborasi Pemprov dan PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Jabar) mencatat rekor dalam penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan peserta terbanyak di Indonesia dalam kurun waktu 8 bulan.

Program yang digagas oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini berhasil menjaring sebanyak 648 peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Dari 648 peserta UKW itu yang kompeten sebanyak 483 orang. Sedangkan sisanya belum kompeten.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dsikominfo) Jabar, DR. IKa Mardiah dalam keterangan pers, Kamis (31/8) menyebut program UKW merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat mewujudkan Jawa Barat Juara di sektor sumber daya manusia (SDM).

“Pemprov Jabar ingin berkontribusi meningkatan kualitas wartawan lewat penyelenggaraan UKW bagi wartawan,” kata Ika.

Atas pencapaian ini, Pemprov Jabar mendapat penghargaan dari PWI Pusat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Medan beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Diskominfo atas kolaborasi yang telah tercipta selama ini. Ini menunjukan kerja sama pentahelix memang sangat dibutuhkan untuk membangun Jawa Barat.

“Terima kasih Gubernur Jabar dan Diskominfo. Kolaborasi ini juga telah menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ujar Hilman.

Hilman berharap, kolaborasi ini bisa terus berlanjut sehingga pembangunan sumber daya manusia di Jabar akan semakin juara.

Sedangkan Penanggung Jawab UKW PWI Jabar, Ahmad Syukri mengungkapkan, tingkat kelulusan dari pelaksanaan road show UKW mencapai 87 persen.

Ia merinci, dari titik pertama hingga ke delapan tercatat sebanyak 648 orang pendaftar. Namun yang mengikuti ujian hanya 550 orang, karena 98 orang peserta mengundurkan diri. Para peserta yang mengikuti UKW terdiri dari jenjang muda, madya dan utama.

” Jika dihitung, tingkat kelulusan mencapai 87 persen,” katanya.

Ia berharap, dengan bertambahnya ratusan wartawan yang kompeten di Jabar dapat berimbas kepada meningkatnya profesionalisme wartawan.

Sehingga, kata dia, akan berimbas pula terhadap meningkatkan kualitas jurnalistik yang dihasilkan wartawan.

“Jika wartawan semakin profesional, maka bisa membantu menangkal berita-berita hoaks di masyarakat,” bebernya.

Ke depan, sambungnya, program ini terus akan berlanjut setiap tahunnya, sebagaimana komitmen Pemprov Jabar dalam meningkatkan kompetensi wartawan.

“Tahun depan mudah-mudahan dapat kita akan gelar lagi. Mengingat animo dari peserta masih tinggi,” tutupnya.




Lagi Kasus Judi Online ! Polisi Berhasil Mangamankan 4 Remaja Putri Kota Bandung

ilustrasi situs judi online (acehonline.co).

4 Remaja Berperan Mempromosikan Judi Online , 2 Tersangka Berperan Admin

BANDUNG, Prolite – Kasus situs judi online belum berakhir, sebelumnya sudah ada 2 Selebgram yang diamankan pihak kepolisian karena mempromosikan situs judi online.

Kali ini Polisi kembali berhasil mengamankan empat remaja putri asli Kota Bandung, Jawa Barat yang juga mempromosikan situs judi online.

Menurut keterangan ke empat remaja ini mereka mempromosikan judi online melalui akun Instagram yang memiliki hingga follower.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, keempat remaja itu masih dalam usia pelajar.

“Rata-rata umurnya 18 tahun sampai 26 tahun, tapi banyak 18 tahun. Memang sudah dewasa untuk mempertanggungjawabkan perbuatan,” kata Ibrahim dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Rabu (30/8).

Keempat remaja putri yang berasal dari Kota bandung itu berinisial ASN, ISN, DPY, dan TN. Kebanyakan dari mereka berempat merupakan pelajar.

Selain keempat pelaku promosi situs judi polisi juga berhasil menangkap dua orang lainnya.

Kedua pelaku lainnya berinisial TN dan ZAP yang merupakan admin dan mengembangkan untuk mengajak orang lain untuk mengembangkan situs judi online ini.

Keempat tersangka ditawarkan untuk mempromosikan situs judi dan akan dibayar dengan upah Rp untuk sekali promosi situs judi.

“Ini ada yang berlangsung dua bulan, jadi mereka mendapatkan Rp 1 juta sampai Rp 3,5 juta,” ucapnya.

Karena perbuatannya, keenam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akan diterapkan pasal berlapis.

Untuk hukuman yang akan diterima oleh keenam tersangka promosi situs judi tersebut akan dihukum dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Meski kebanyakan dari mereka yang ditangkap merupakan pelajar namun hukum tetap harus berjalan. Namun sebagai catatan untuk orang tua agar selalu mengawasi putra putrinya saat menggunakan sosial media.

Bijak menggunakan sosial media menjadi catatan juga untuk para orang tua, jangan sampai tergiur dengan bayaran endorse yang nantinya akan berimbas efek hukum yang harus dipertanggung jawabkan.




Lahan Pussenkav Tak Bisa Dipakai Untuk TPS, Pemkot Bandung Putar Otak Cari Alternatif

ema sumarna - lahan pussenkav tidak dapat digunakan untuk tampung sampah

Lahan Pussenkav Sudah Jadi Lapang Tembak

BANDUNG, Prolite – Hasil pertemuan bersama Komandan Pussenkav, lahan yang awalnya akan dipinjam untuk menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara ternyata sudah digunakan untuk latihan lapang tembak dan Pemkot Bandung tidak bisa memaksakan itu.

“Barusan sudah mendapatkan penjelasan dari Komandan Pussenkav Mayor Jenderal TNI Muhammad Zamroni, jadi lahan Pussenkav itu tidak bisa termanfaatkan, kita juga tidak bisa memaksakan, langkah berikutnya saya akan coba ke Pangdam tadi sudah berkoordinasi dengan Pak Dandim untuk bisa mendapatkan waktu,” jelas Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota, Selasa (29/8/2023).

Ema berharap Pangdam berkenan menerima dirinya dengan tim untuk menyampaikan permintaan tersebut sesuai direkomendasikan Komandan Pussenkav, bahwa kemungkinan Kodam punya lahan-lahan lain yang bisa dimanfaatkan.

“Nanti kalo ada bakal kita manfaatkan itu juga kalo di izinkan, pokonya kita mah ikhtiar saja,” tegas dia.

Untuk TPS Tegalega sendiri diakui Ema itu hanya digunakan sampah organik dan karena bisa menjadi pupuk yang akan menyuburkan maka pihaknya menambah 2 titik dari kemarin hanya 4 titik dan kinj jadi 6 titik.

Untuk sampah anorganik sendiri, Ema akan rapat dengan para camat. Sehingga mereka nantinya bisa melakukan pengolahan.

“Bagaimana mereka bekerja sama dengan para pemulung, kalau sudah di pemulung mah itu jadi ekonomi, kalo kita tidak mampu melakukan itu. Coba manfaatkan jasa pemulung, itu memang tidak menyelesaikan tapi minimal mengurangi sampah sampah di jalan,” tuturnya.

Banyaknya tumpukan sampah di jalan diakui Ema juga sudah ditarik alias dibersihkan.

Lanjut Ema, pihaknya hanya bisa sebatas mengimbau kepada masyarakat jangan ekstrem seperti itu saat membuang sampah. Alias mendadak membuang sampah besar ke jalanan.

Ema berharap masyarakat bijak, diakuinya kalau bicara urusan pemerintah itu benar dan itu disadarinya. Tetapi kondisinya sedang darurat, ia meminta empati masyarakat.

“Kalau semua mengandalkan ke pemerintahan dengan kedaruratan kita juga sedang terus bekerja mencari alternatif terbaik seperti apa. Sekali lagi saya mengharapkan bahwa TPA Sarimukti cepat selesai, supaya kita bisa segera melakukan pembuangan sampah, Bandung masih tergantung seperti itu,” tandasnya.

Pembuatan lubang di TPS Tegallega diakui Ema belum tahu mampu mengurangi tumpukan sampah berapa tonase.

Hanya saja dengan kedalaman 3 meter, 5×6 meter, dan 6×7 meter dirasa cukup lumayan mengurangi. Walau hanya untuk sampah organik.

Dan lebih bagus apabila masyarakat yang mampu menangani sampah organik sendiri, sehingga semua tidak mengandalkan ke tanggung jawab pemerintah.

“Jadi bisa di tangani, selesai di wilayah, jadi lumayan kan tuh sudah terbantu oleh 234 RW mereka sudah menyelesaikan itu, itu juga sudah alhamdulillah ada progres, ini akan terus kita dorong, tapi yang seperti itu mah tidak bisa menjawab kebutuhan sekarang itu mah butuh waktu, memangnya mengedukasi masyarakat itu mudah? Jangan dibakar nanti akan menimbulkan polusi,” tutupnya.




Bikin Panik ! TPS Sampah Overload, 8000 Ton Sampah di Kota Bandung Tertahan

TPA Sarimukti, TPS Sampah

TPS Sampah Overload, Pemkot Ajak Warga Pilah-Pilah Sampah

BANDUNG, Prolite – PLh Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan saat ini semua Tempat Pembuangan Sementara Sampah (TPS Sampah) di Kota Bandung sudah overload.

Karena overloadnya TPS sampah, Ema mengaku akan memberdayakan para pemulung agar memanfaatkan sampah anorganik untuk dipilah.

“Kami lakukan sedikit seporadis (atasi TPS sampah yang overload). Untuk organik dengan cara gali lubang tutup lubang di Tegalega. Untuk organik sedang diproses kami turunkan tiga eskavator disana. Buatkan lubang 6×6 meter, 6×7 tergantung area lahan yang masih terbuka kedalaman minimal 3 meter kubik disana lumayan bisa kurangi yang organik, kalo anorganik coba di kerjasamakan dengan para pemulung biar mereka memanfaatkan yang anorganik untuk kembali dipilah supaya oleh mereka menjadi barang produktif yg bisa bernilai ekonomi,” jelas Ema di Balai Kota, Selasa (29/8/2023).

Siang ini (Selasa, 19/8) kata Ema, pihaknya akan diterima Komandan Pussenkav. Ema berharap Danpussenkav memberikan izin lahan yang dimilikinya di Padalarang untuk dijadikan TPS Sampah.

“Jika diizinkan maka kami akan segera meluncur ke lokasi. Kalau kompensasi, selama itu sesuai regulasi tentu akan kami lakukan supaya diberi kesempatan sekarang ada 8000-9000 ton sampah tertahan,” tuturnya.

Masih kata Ema, masyarakat juga ada yang mulai ekstrem menumpukkan sampah di beberapa ruas jalan.

“Kami tarik ke Tegalega. Lobang mudah-mudahan hari ini sudah ada satu dua selesai target kami ada 4 sampai 5. Jika sudah tutup maka bagus buat daya dukung penggemburan lahan kesuburan,” ucapnya.

Ema pun menyampaikam lokasi sementara milik Pussenkav bersifat sementara karena nantinya tetap ke TPA Sarimukti. Sedang untuk TPA Legoknangka kata Ema, konon perhitungannya dua tahun ke depan.

“Tapikan sampah gak bisa nunggu dua tahun, sehari saja masalah. Kami hanya bisa upaya, berdoa, mudah-mudahan beliau petinggi pahami situasi ini namanya darurat. Saya percaya bisa dimanfaatkan harapan saya,” harapnya.




Jakarta dan Bogor Diguyur Hujan Buatan dalam Upaya Atasi Kamarau dan Polusi Udara

Hujan Buatan

JAKARTA, Prolite – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah untuk menerapkan hujan buatan dalam upaya mengatasi kemarau panjang dan polusi udara di wilayah Jabodetabek, terutama di Jakarta.

Penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) digunakan untuk menciptakan hujan buatan dengan tujuan mengurangi polusi udara dan menjaga kualitas udara di wilayah tersebut.

Pada Sabtu (19/08/2023), penerbangan penyemaian awan dilakukan dengan cara menaburkan garam semai sekitar 800 kg di atas ketinggian 9 ribu hingga 10 ribu kaki.

Ilustrasi Hujan Buatan – Cr.

Langkah ini merupakan salah satu metode alternatif dalam penerapan teknologi modifikasi cuaca untuk memicu terbentuknya hujan.

Pada akhirnya, hujan buatan yang dihasilkan melalui teknik ini turun di wilayah Jakarta hingga Bogor pada Minggu (27/08/2023) sore menjelang malam.

Tujuan dari upaya ini adalah untuk mengatasi dampak kemarau yang panjang dan mengurangi polusi udara yang berdampak buruk pada kualitas udara di wilayah Jabodetabek.

Hujan Buatan Hasil dari Teknologi Modifikasi Cuaca

Peringatan Dini Hujan Jabodetabek BMKG – Cr. BMKG

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, telah mengonfirmasi bahwa hujan yang terjadi semalam merupakan hasil dari teknologi modifikasi cuaca.

Hujan tersebut juga disertai dengan angin kencang dan turun pada waktu yang berbeda di beberapa wilayah.

Kota Bogor mengalami hujan sekitar pukul WIB, Depok dan Jakarta mengalami hujan sekitar pukul WIB, dan wilayah Tangerang Selatan mengalami hujan sekitar pukul WIB.

Dwikorita mengirimkan tangkapan radar cuaca yang memperlihatkan perkembangan intensitas dan sebaran hujan di wilayah Jabodetabek. Hujan tercatat turun hingga pukul WIB pada hari tersebut.

Meskipun langkah ini memiliki potensi untuk membantu mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi terus-menerus untuk memahami dampak serta efektivitasnya dalam jangka panjang.

Meski Hujan Turun, Dampak Terhadap Kualitas Udara di Wilayah Jabodetabek Masih Belum Signifikan

Hujan Buatan mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya – Cr.

Menurut IQAir, kualitas udara di Jakarta pada Senin (28/08/2023) pukul WIB mencapai angka 169 AQI US dengan konsentrasi PM2.5 melebihi 18 kali batas panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh WHO.

Hal ini mengindikasikan bahwa indeks AQI menunjukkan tingkat Tidak Sehat. Oleh karena itu, upaya pembuatan hujan buatan melalui modifikasi cuaca dengan penyemaian garam akan direncanakan untuk dilanjutkan hingga September 2023 mendatang.

Dwikorita menjelaskan bahwa rencana tersebut mencakup dua tahap. “Tahap pertama berlangsung dari tanggal 19 hingga 21 Agustus 2023, sementara tahap kedua dimulai sejak 24 Agustus dan direncanakan berlangsung hingga 2 September 2023.”

Namun, musim kemarau saat ini menjadi tantangan dalam modifikasi cuaca, karena awan yang cocok untuk disemai menjadi hujan masih cukup sulit ditemukan.

Dwikorita juga meminta dukungan doa dari masyarakat seiring dengan usaha untuk mengatasi masalah kualitas udara ini.

Ia mengungkapkan bahwa dalam musim kemarau yang lebih kering seperti saat ini, mendapatkan awan hujan yang memadai untuk disemai menjadi hujan menjadi lebih sulit.




Kota Bandung Darurat Sampah, Pinjam Lahan Pusenkaf Untuk Tampung 8 Ribu Ton Sampah

Bandung darurat sampah, tpa sarimukti

Kota Bandung Darurat Sampah, Pinjam Lahan Pusenkaf Untuk TPS

BANDUNG, Prolite – Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna menyampaikan bahwa Kota Bandung darurat sampah, karenanya pihaknya akan menemui Komandan Pusenkaf untuk meminjam lahan sementara untuk dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS)

“Per tanggal 24 Agusus, Pak Gubernur sudah mengumumkan Bandung darurat sampah, begitu juga dengan Kota Bandung, sehingga kita bentuk satgas dan itu melibatkan unsur TNI dan kepolisian,” ujar Ema kepada wartawan Senin (28/08/2023).

Kata Ema, setelah menemui Komandan Pusenkaf, diharapkan bisa meminjam lahan milik TNI di kawasan Padalarang demi atasi Bandung darurat sampah.

“Nanti saya beserta forkopimda akan menemui komandan Pusenkaf untuk meminjam lahan milik mereka yang ada di daerah Padalarang,”

Lahan tersebut akan dijadikan tempat pembuangan sampah akhir, menggantikan Sarimukti yang semenara ini belulm bisa digunakan.

“Kami berharap ada kebijaksanan dari Komandan Pusenkaf sehingga bersedia meminjamkan lahan untuk kita pergunakan. Terlebih, ini kan kondisinya kedaruratan,” harap Ema.

Ema mengatakan, pihaknya akan menyediakan apapun kompensasi yang diminta, asalkan masuk akal dan memang uangnya ada.

“Kita kan punya anggaran BTT (Biaya Tidak Terduga,red) yang bisa kita gunakan. Tapi itu juga bergantung keputusan Komandan Pusenkaf, apakah beliau mengizinkan atau tidak,” tambahnya.

Disinggung mengenai kemungkinan menggunakan beberpa lokasi lain seperti di Pasir Bajing, Subang tidak memungkinkan.

Pasalnya, ada penolakan dari warga sekitar, sehingga tidak mungkin membuang sampah di sana.

Karenanya, Ema mengaku pihaknya agak kerepotan jika hampir semua pihak menolak pembuangan sampah.

Bicara mengenai tonasi, Ema mengatakan, memang masih ada yang belum terkirim ke TPA Sarimukti, setidaknya selama tujuh hari.

Ema menegaskan, ini akan sangat berbahaya jika jumlahnya terus bertambah.

“Sehari menghasilkan sampah 1300 ton. Kalau tidak bisa diangkut selama tujuh hari, berarti kurang lebih 8 ribu ton sampah yang tidak terangkut,” jelasnya.

Untuk TPS di Kota Bandung, Ema mengatakan masih sisa sekitar 10% di beberapa lokasi, seperti di Babakan Siliwangi dan Tegalega. Sedangkan di Astna Anyar, Ema mengatakan, tidak mungkin karena tempatnya yang sempit.