Genjot Pembentukan Koperasi, Perputaran Dana Capai Rp4,58 Triliun

koperasi

Pemkab Bandung Genjot Pembentukan Koperasi, Perputaran Dana Capai Rp4,58 Triliun

KAB BANDUNG, Prolite – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, menyampaikan pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Koperasi dan UKM menargetkan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Kabupaten Bandung sudah rampung 100% pada akhir Juli 2025.

“Seluruh koperasi ditargetkan telah terbentuk paling lambat akhir Juli 2025. Proses pembentukan koperasi ini akan didukung penuh melalui anggaran APBD Kabupaten Bandung sesuai komitmen pak bupati,” jelas Dindin pada Sosialisasi Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Rabu (16/4) di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung.

Kegiatan yang dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari camat, anggota APDESI, perwakilan dinas terkait, penggiat koperasi, serta komunitas UMKM ini merupakan langkah konkret Bupati Bandung dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sekaligus mendukung astacita nasional, yakni mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, pengembangan industri agro-maritim berbasis koperasi, serta pembangunan ekonomi dari desa.

“Koperasi ini diharapkan menjadi lembaga ekonomi kolektif yang mampu memberdayakan potensi masyarakat, memperpendek rantai distribusi, dan menekan angka kemiskinan di desa dan kelurahan,” tambah Dindin.

koperasi
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bandung, Kawaludin.

Sementara itu, Bupati Bandung yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kawaludin menegaskan pentingnya koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Koperasi harus mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan menjadi tempat peminjaman modal usaha yang aman, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada bank emok. Selain itu, koperasi juga akan menjadi mitra penyalur utama program MBG (Makan Bergizi Gratis),” katanya.

Kabupaten Bandung telah menerima alokasi pembentukan 361 dapur umum dalam rangka mendukung program MBG. Dengan koperasi sebagai pilar pelaksana, perkiraan perputaran dana yang ada di Kabupaten Bandung ditaksir mencapai Rp4,58 triliun per tahun. Angka ini setara dengan 70% total APBD Kabupaten Bandung.

“Saya harap potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui koperasi,” sambungnya.

Senada dengan itu, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Gunalan menekankan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam menyukseskan program MBG yang berimplikasi pada penurunan angka stunting di Indonesia.

“Koperasi adalah mitra strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang merata dan berkelanjutan sehingga dapat menjadi pemasok utama bahan-bahan berkualitas untuk program MBG,” ujarnya.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal dari transformasi ekonomi desa yang lebih mandiri dan berdaya saing, seiring dengan semangat membangun dari desa sesuai astacita nasional demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas.




Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-384, Bupati Bandung Ajak Masyarakat Tidak Lupakan Jasa Para Pendahulu

Hari Jadi Kabupaten Bandung

Ziarah ke Makam Mantan Bupati, Bupati Bandung Kenang Jasa Para Pendahulu di Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-384

KAB BANDUNG, Prolite – Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-384, Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama unsur Forkopimda Kabupaten Bandung melaksanakan silaturahmi dan ziarah ke makam para mantan Bupati Bandung.

Mengawali perjalanan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Ali Syakieb bersilaturahmi ke kediaman mantan Bupati Bandung Dadang M Naser di Baranangsiang Kecamatan Ciparay, Selasa (15/4/2025) pagi.

Bupati Dadang Supriatna tampak akrab dan bercengkrama cukup lama dengan Dadang Naser. Dadang Naser juga sempat memberikan beberapa wejangan dan masukan untuk Dadang Supriatna yang menjadi penerusnya.

Hari Jadi Kabupaten Bandung
Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Ali Syakieb bersilaturahmi ke kediaman mantan Bupati Bandung Dadang M Naser di Baranangsiang Kecamatan Ciparay.

Tak hanya itu, pertemuan kedua tokoh Kabupaten Bandung itu juga dihiasi hidangan menu spesial talas goreng dan jagung rebus yang disuguhkan Dadang Naser untuk rombongan Bupati Dadang Supriatna.

Dari kediaman Dadang Naser, rombongan bergerak menuju ke Makam Leluhur Bupati Bandung di Dayeuhkolot untuk berziarah ke makam mantan Bupati Bandung pertama, R TMG Wira Angun Angun yang menjabat Bupati Bandung pada periode 1641-1681

Selanjutnya rombongan Bupati Bandung berziarah ke Makam Pahlawan Cikutra Kota Bandung, makam Dalem Kaum dan Karanganyar. Di sana rombongan mengunjungi beberapa makam mantan Bupati Bandung.

Suasana haru dan penuh khidmat terasa di setiap tempat peristirahatan terakhir para mantan Bupati Bandung tersebut. Ketua MUI KH Yayan Hasuna memimpin pembacaan doa, memohon rahmat dan ampunan Allah SWT bagi para pendahulunya.

Kemudian Bupati Dadang Supriatna dan rombongan secara bergantian melakukan tabur bunga di atas pusara, sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa-jasa para pemimpin terdahulu.

Usai tabur bunga, seluruh peserta ziarah kembali memanjatkan doa secara khusyuk. Tak hanya itu, di beberapa makam terlihat penataan karangan bunga yang rapi dan khidmat, menambah nuansa penghormatan yang mendalam.

Bupati Dadang Supriatna mengatakan kunjungan ziarah ke makam para mantan Bupati Bandung ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan refleksi untuk mengenang jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu yang telah membangun fondasi Kabupaten Bandung.

“Ziarah ini merupakan agenda rutin yang kami lakukan setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung,” ungkap Bupati Dadang Supriatna sesuai rangkaian ziarah.

“Ini wujud penghormatan dan rasa syukur kami atas jasa-jasa para mantan Bupati yang telah membangun Kabupaten Bandung hingga menjadi seperti sekarang ini. Kita semua berdiri di atas pundak para pendahulu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Kang DS ini menekankan pentingnya meneladani kepemimpinan dan dedikasi para mantan Bupati Bandung.

Menurutnya, para mantan Bupati yang diziarahi telah memimpin di era yang berbeda. Mereka menghadapi tantangan dan situasi yang beragam. Namun, semangat membangun daerah dan menyejahterakan rakyat menjadi benang merah yang menyatukan mereka.

“Kita harus belajar dari sejarah, dari pengalaman para pemimpin terdahulu, agar pembangunan Kabupaten Bandung dapat terus berlanjut dan Kabupaten Bandung semakin maju ke depan,” tambahnya.

Melalui ziarah ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bandung dapat lebih memahami sejarah dan perjuangan para pendahulunya. Hal ini penting untuk membangun rasa kebersamaan, semangat gotong royong, dan komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah menuju Kabupaten Bandung yang lebih Bedas.

“Semoga semangat para pendahulu ini dapat terus menginspirasi generasi penerus untuk membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik,” ungkap Kang DS.




Resmikan Koramil Baleendah, Bupati Bandung Siap Tambah Lagi di 3 Kecamatan

Koramil Baleendah - Peresmian

Resmikan Koramil Baleendah, Bupati Bandung Siap Tambah Lagi di 3 Kecamatan

KAB. BANDUNG, Prolite – Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Koramil Baleendah, Senin (14/4/2025). Untuk menambah rasa aman dan menunjukkan komitmennya menambah Kantor Komando Rayon Militer (Koramil) di setiap kecamatan.

Dengan demikian hingga saat ini dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, sudah berdiri 17 Koramil. Sebelumnya groundbreaking Markas Koramil Baleendah sebagai Koramil ke-17 dilakukan pada September 2024.

“Sebelumnya juga, Koramil Ciparay itu membawahi dua kecamatan yaitu Ciparay dan Baleendah. Hari ini dipisah, alhamdulillah atas aspirasi masyarakat Koramil Baleendah sudah berdiri. Ke depan masih akan dibangun tiga Koramil lagi,” ungkap bupati dalam sambutannya.

Kang DS sapaan akrabnya menyebut ketiga Koramil yang akan menyusul itu antara lain di Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, di Kecamatan Cileunyi dan Margaasih.

Koramil Baeendah - Peresmian

“Ini semua untuk menciptakan kondisi yang aman, nyaman dan kondusif di tengah masyarakat. Apalagi di Kecamatn Baleendah ini adalah wilayah yang paling padat penduduknya mencapai 278 ribu jiwa,” jelasnya.

Sementara Pangdam III/Slw Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman mengatakan, tantangan yang semakin kompleks maka perlu dibangun Koramil. Pangdam sangat mengapresiasi berdirinya Koramil Baleendah karena adanya gerak cepat (gercep) dari Bupati Bandung.

“Koramil Baleendah ini tidak akan terbangun kalau tidak ada gercep dari Pak Bupati Bandung dalam merespon aspirasi masyarakat,” ungkap Pangdam.

Mayjen TNI Dadang Arif menjelaskan, pendirian Koramil diatur dalam Peraturan Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Penataan Satuan.

Koramil yang merupakan satuan teritorial TNI AD di tingkat kecamatan, bertanggung jawab untuk pembinaan teritorial dan mempersiapkan pertahanan wilayah di darat. Tugas pokok Koramil adalah mendukung tugas pokok Komando Distrik Militer (Kodim).

“Prinsip militer itu menyiapkan hal-hal terburuk. Kalau hal terburuk itu tidak terjadi ya tidak apa-apa. Kalau tidak siap, kita lengah dan sewaktu-waktu terjadi hal yang buruk, kita pasti kelabakan dan menyesal,” jelas Mayjen Dadang.

Pihaknya berharap dengan berdirinya Koramil Baleendah bisa menciptakan dan meningkatkan ketahanan di daerah.




Program Adopsi Ibu Asuh Gubernur Jabar “Nyaah ka Indung” Diterapkan Pemkot Bandung

Program Adopsi Ibu Asuh

Program Adopsi Ibu Asuh Gubernur Jabar “Nyaah ka Indung” Diterapkan Pemkot Bandung

KOTA BANDUNG, Prolite – Program Gubernur Dedi Mulyadi yang dicetuskan pada 7 April 2024 lalu yakni adopsi ibu asuh “Nyaah ka Indung” dilaksanakan Pemerintah Kota Bandung.

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung berkomitmen mengadopsi para lansia.

Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan keterlibatan ini tidak hanya ASN tapi juga anggota dewan, darma wanita, dan PKK. Terlebih tujuan utama program ini yakni membangkitkan empati bahwa ibu-ibu ini adalah masuk dalam kelompok rentan.

“Dibangun dulu sebuah kebijakan empati baru diterapkan program kesejahteraan bagi kelompok rentan tersebut. ASN wajib adopsi ibu asuh, secara pribadi kita bantu rill nya setiap bulan dia membantu baik akses kesehatan ataupun akses gizinya,” ucap Farhan usai melaunching ‘Bandung Nyaah Ka Indung’.

Sebenarnya program ini sudah dilakukan di Pos Pembinaan Terpadu (Pos Bindu). Nanti pelaksanaan adopsi ibu asuh itu akan dilakukan oleh lurah yang memonitor dan pada akhir bulan ketiga akan dilakukan perbaikan.

“Lurah monitor setiap warga melalui para RW dan RT, kita juga libatkan anggota dewan untuk sosialisasi warganya baik pada reses maupun program lain. Kita tahu undang-undang lansia sudah ada di pos Bindu itu tapi belum optimal. Nah penghayatan pos Bindu belum dalem bangkitkan empati, maka ASN saja dulu apalagi beban UHC para lansia rentan penyakit degrenerasi,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD I Toni Wijaya mendukung program digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu.

“Saya kira seperti disampaikan pak wali sudah jelas kitae dukung Bandung oleh gubernur ajak semua 50 orang secepatnya, ini program pribadi ASN pengawasan mudah di level RT,” tuturnya.




BNN Kota Bandung: Tersedia 24 Kamar Standarisasi Kesehatan Untuk Rehabilitasi Pecandu

Gedung Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika dan Kantor BNN Kota Bandung di Jalan Ciung Wanara Kota Bandung

KOTA BANDUNG, Prolite – Kepala BNN Kota Bandung Kombes Pol Mada Roostanto menyampaikan baru ada 24 kamar untuk merehabilitasi para pecandu narkoba (narkotika dan obat terlarang) di gedung rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika dan Kantor BNN Kota Bandung yang baru diresmikan di jalan Ciung Wanara Kota Bandung.

Menurut Mada hal itu karena satu kamar harus sesuai standar pelayanan kesehatan sehingga tidak bisa terlalu banyak.

“Kapasitas 24 orang masih harus sesuai standar kesehatan 1, kalau terpaksa bisa 2 orang rawat inap dan rawat kesehatan selesai rawat jalan,” jelas Mada usai Peresmian, Senin (14/4/2024).

Kepala BNN Kota Bandung Kombes Pol Mada Roostanto
Kepala BNN Kota Bandung KombesPol Mada Roostanto.

Sementara itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Komjen Pol Marthinus Hukom target penyembuhan pada pengguna narkoba sekitar 3 bulan.

Menurutnya pemerintah melalui kemenkes memiliki keputusan untuk menangani para pengguna narkoba sudah ada 900 Institusi Penerimaan Wajib Lapor (IPWL) atau puskesmas didaerah. Ditambah di klinik Pratama BNN, Polri, dan Kejaksaan.

“Tinggal masyarakat nya mau lapor gak, karena ada yang malu karena sudah tertempel stigma narkoba, dan ada yang takut diperiksa polisi atau penegak hukum. Padahal BNN tidak ada kewajiban untuk menangkap atau menahan orang lapor, jadi silahkan lapor dengan kesadaran dan akan dapat fasilitas pelayanan kesehatan gratis,” tegasnya.

Disinggung jumlah pengguna narkoba di Kota Bandung, Marthinus mengaku belum melakukan prevelensi tingkat kota atau kabupaten tapi secara nasional berdasarkan data intelejen cukup banyak terlebih di kota Bandung ini banyak menangkap bandar artinya potensi pengguna banyak.

“Rehabilitasi tergantung lama dan singkatnya seseorang menggunakan narkoba, dan tingkat kerusakan seperti apa. Namun dilakukan 3 bulan rawat inap,” bebernya.

Sementara itu Wali Kota Bandung M Farhan menyampaikan penyerahan gedung ini merupakan kerjasama Pemkot dengan BNN Kota Bandung, untuk menyediakan kantor dan tempat rehabilitasi yang sangat baik.

“Akan dilanjut dengan pengadaan fasilitas didalam yang bisa digunakan,” ucapnya.




Berlaga di Kuala Lumpur Cup 2025, Wali Kota Bekasi Lepas SSB Tajimalela

SSB Tajimalela - Kuala Lumpur Cup 2025

Wali Kota Bekasi Lepas Tim Sepak Bola SSB Tajimalela untuk Kuala Lumpur Cup 2025

KOTA BEKASI, Prolite – Tri Adhianto secara resmi melepas tim sepak bola Kota Bekasi dari SSB Tajimalela yang mewakili Kota Bekasi dalam Kuala Lumpur Cup 2025. Pelepasan ini dilakukan secara simbolis dalam apel pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pada hari Senin (14/4).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para pemain muda yang akan bertanding di ajang internasional tersebut. Ia berharap para atlet muda ini dapat membawa nama baik Kota Bekasi serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.

SSB Tajimalela - Kuala Lumpur Cup 2025

“Saya bangga dan mendukung penuh perjuangan kalian. Bawa semangat juang Kota Bekasi, tunjukkan kemampuan terbaik, dan jadikan turnamen ini sebagai pengalaman berharga,” ujar Tri Adhianto dalam sambutannya.

Acara pelepasan tim turut didampingi oleh Asisten Daerah (ASDA) I, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta perwakilan dari Askot PSSI Kota Bekasi. Mereka memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh pemain serta ofisial tim yang akan berangkat ke Malaysia.

Turnamen Kuala Lumpur Cup 2025 merupakan salah satu kompetisi sepak bola usia muda bergengsi di kawasan Asia Tenggara yang diikuti oleh berbagai tim dari berbagai negara. Keikutsertaan tim dari SSB Tajimalela menjadi bukti komitmen Kota Bekasi dalam mendukung perkembangan olahraga, khususnya sepak bola usia dini.




3 Lokasi Baru Pembayaran Pajak di Soreang Disiapkan Antisipasi Antrean

Bupati Bandung Dadang Supriatna - Pembayaran Pajak

Sidak ke Kantor Samsat, Bupati Bandung Dadang Supriatna Siapkan Tiga Lokasi Pembayaran Pajak Baru

KAB BANDUNG, Prolite – Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan sidak ke Kantor Samsat Soreang untuk melihat langsung proses pembayaran pajak kendaraan (pemutihan) yang dilakukan masyarakat Kabupaten Bandung.

Dalam sidaknya, Bupati Dadang Supriatna melihat langsung proses pelayanan di Kantor Samsat Soreang. Ia menyoroti panjangnya antrean, loket pembayaran pajak dan petugas penggesekan kendaraan yang dinilai sangat terbatas.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu juga menyapa serta berdialog langsung dengan masyarakat yang sedang melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang tertunggak.

Dengan sabar dan seksama, Dadang Supriatna mendengarkan berbagai keluhan dan masukan dari masyarakat terkait pelayanan yang ada di Kantor Samsat Soreang.

Bupati Bandung Dadang Supriatna - Pembayaran Pajak

“Mayoritas warga mengeluhkan antrean panjang pelayanan sehingga masyarakat menghabiskan waktu seharian untuk pembayaran pajak kendaraan mereka. Ini sebenarnya karena animo masyarakat begitu besar,” ujar Dadang Supriatna usai sidak.

Melihat antrean panjang dan waktu tunggu yang cukup lama setiap harinya, Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menyiapkan solusi jitu bagi masyarakat. sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan memperpendek waktu antrean di Kantor Samsat Soreang.

“Saya akan menambah tiga lokasi pelayanan baru di wilayah Kabupaten Bandung. Yaitu di areal parkir RSUD Otista, di Gedung Baznas dan areal Gedung PIM Soreang,” ungkap Kang DS.

Ia optimistis penambahan tiga lokasi pembayaran pajak ini akan efektif untuk mengurangi kepadatan dan memperpendek waktu antrean di Kantor Samsat Soreang.

Terlebih hampir setiap hari, ribuan wajib pajak selalu memenuhi Kantor Samsat Soreang. Tak jarang, antrean kendaraan masyarakat menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Jalan Gading Tutuka tersendat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna - Pembayaran Pajak

“Tujuannya, agar masyarakat dapat lebih nyaman dan cepat dalam membayar pajak kendaraan. Lokasi sudah siap, tinggal nanti penambahan personelnya dari Samsat dan Polresta Bandung,” tambah Kang DS sambil tersenyum.

Wakil Ketua Umum Apkasi itu mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono dan Pj Kepala Bapenda Jabar untuk meminta penambahan petugas guna ditempatkan di tiga lokasi baru yang telah disiapkan.

“Apalagi kan warga Kabupaten Bandung itu terbanyak kedua di Jabar. Wajib pajak kami besar sekali. Otomatis lokasinya harus ditambah. Ini adalah upaya kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Bupati Bandung.

Bupati Dadang Supriatna bahkan langsung menugaskan Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Akhmad Djohara untuk melakukan peninjauan kelayakan tiga lokasi yang disiapkan. Jika memungkinkan dan personel telah siap, Bupati Kang DS meminta lokasi tersebut segera dibuka untuk melayani masyarakat.

“Saya juga minta Dishub untuk mengatur parkir kendaraan sehingga tidak menganggu arus lalu lintas. Karena animo masyarakat terhadap program pembebasan denda pajak kendaraan yang digagas Pak Gubernur ini sangat luar biasa,” tegas Kang DS.




Bandung Tetap Tertib Saat Liburan Idulfitri, Farhan: Terima Kasih untuk Semua Pihak

Farhan, Terima Kasih untuk Semua Pihak (dok Humas Kota Bandung).

Bandung Tetap Tertib Saat Liburan Idulfitri, Farhan: Terima Kasih untuk Semua Pihak

BANDUNG, Prolite – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan rasa syukur atas berlangsungnya masa libur Lebaran 2025 yang berjalan lancar dan aman.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi antara ASN, TNI, Polri, serta seluruh lapisan masyarakat yang bahu-membahu menjaga ketertiban dan kenyamanan kota.

“Saya bangga. Bandung tetap kondusif dan aman, bahkan menjadi salah satu kota tujuan wisata favorit saat Lebaran,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa 8 April 2025.

Ia menyebut peran Forkopimda, OPD, serta aparat kewilayahan sebagai pilar penting dalam keberhasilan pengelolaan libur panjang tahun ini.

dok humas kota bandung
dok humas kota bandung

Farhan mengakui, volume kunjungan wisatawan ke Kota Bandung meningkat drastis selama libur Idulfitri, namun situasi tetap terkendali.

“Penanganan PKL, arus lalu lintas, pengamanan pemakaman dan tempat wisata semuanya berjalan cukup baik,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Dishub dan Satpol PP yang bekerja 24 jam menjaga ketertiban kota.

Dalam kesempatan itu pula, Farhan menyampaikan Bandung sebagai kota terbuka tak bisa menolak arus pendatang pasca-libur. Oleh karena itu, Pemkot Bandung mengedepankan strategi pendataan dan edukasi.

“Pendatang wajib lapor dan kami dorong agar mereka segera mencari pekerjaan,” katanya.

Meski demikian, Farhan mengakui bahwa pasar tenaga kerja Bandung sedang menghadapi tantangan. Beberapa sektor industri seperti tekstil dan bahan kimia terdampak kebijakan ekspor baru dari Amerika Serikat.

“Saya masih tunggu data lengkap dari Disdagin. Kita khawatir, tapi ini juga peluang mencari pasar baru,” ujarnya.

Selama libur lebaran, Pemkot Bandung mencatat peningkatan produksi sampah hingga 11 persen. Namun, pengelolaan tetap lancar berkat penataan sistem angkut dan kebijakan jam operasional PKL yang lebih tertib.

“Kami berhasil tetap mengangkut rata-rata 140 rit per hari, hanya kelebihan satu rit,” ucapnya.

Farhan menegaskan, Kota Bandung harus terus berbenah meskipun libur telah usai.

“Yang penting sekarang adalah evaluasi dan kesiapan menghadapi arus balik serta pekerjaan rumah yang menanti, termasuk penanganan sampah, bencana, dan pelayanan publik,” ungkapnya.




Penanganan Sampah Selama Idul Fitri Di Kota Bandung Terkendali

M Farhan - sampah selama idul fitri

Penanganan Sampah Selama Idul Fitri di Kota Bandung Terkendali

BANDUNG, Prolite – Kota Bandung berhasil menghindari krisis sampah selama Idul Fitri 1446 H. Wali Kota Muhammad Farhan memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang turut mengolah sampah serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) beserta seluruh jajaran camat dan lurah yang berhasil menjaga alur pengangkutan sampah tetap berjalan lancar selama 14 hari masa rawan.

“Sejak 24 Maret hingga 6 April, dari target 140 rit per hari, hanya ada kelebihan satu rit saja. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Farhan dalam apel pagi di Balai Kota.

Ia mengatakan, strategi pengangkutan yang tepat serta kebijakan penutupan PKL pada malam takbiran pukul WIB sangat efektif dalam mengendalikan lonjakan volume sampah selama Idul fitri.

Meski demikian, Farhan menyebut, tantangan masih besar. Ia mengungkapkan bahwa munculnya titik-titik baru pembuangan sampah liar di pinggir jalan menjadi masalah serius yang harus segera diatasi.

“Ini pekerjaan rumah. Banyak warga buang sampah sembarangan, bahkan di tempat-tempat yang sebelumnya bersih,” katanya.

Beberapa wilayah yang mengalami lonjakan volume sampah selama Idul fitri cukup tinggi antara lain Cicadas, yang biasanya hanya dua rit, namun saat ini mengalami lonjakan cukup signifikan karena sampah jalanan.

Farhan juga menyinggung soal jenis sampah yang menjadi tantangan utama di Kota Bandung, yaitu food waste atau sampah sisa makanan dan pembungkus makanan berbahan daun pisang.

“Sampah daun cau (pisang) ini susah terurai cepat. Kita butuh teknologi pengolahan yang bisa menghancurkannya dalam waktu singkat,” ujarnya.

Ia mengundang para ahli dan inovator untuk membantu menemukan solusi pengolahan limbah organik ini.

“Kita butuh teknologi kompos yang cepat, bukan tiga hari baru hancur. Kalau bisa cepat, maka tumpukan sampah bisa kita atasi dari hulu ke hilir,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penanganan sampah adalah prioritas utama Pemkot Bandung.

“Nomor satu sampah, nomor dua sampah, dan nomor tiga juga sampah. Kita tidak bisa menunda lagi,” katanya.




Peran Pemerintah Melalui Perda Ekraf Dorong Ekonomi Jawa Barat

Peran Pemerintah Melalui Perda Ekraf Dorong Ekonomi Jawa Barat (dok DPRD Jabar).

Peran Pemerintah Melalui Perda Ekraf Dorong Ekonomi Jawa Barat

KABUPATEN BANDUNG, Prolite – Pemerintah perlu berperan aktif dalam memberikan dukungan bagi para pelaku di bidang ekonomi kreatif. Terlebih, hal itu akan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang didukung melalui perda terkait. Demikian
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan II (Kabupaten Bandung), Hj. Nia Purnakania, S.H., , saat Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

“Kami harus mendorong dan memfasilitasi mereka agar memiliki daya saing,” ujar Nia di Aula DPC PDI Perjuangan, Jl. Jaksa Naranata, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Selasa (25/03/2025).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan II (Kabupaten Bandung), Hj. Nia Purnakania, S.H., , saat Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Aula DPC PDI Perjuangan, Jl. Jaksa Naranata, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. (dok DPRD Jabar).
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan II (Kabupaten Bandung), Hj. Nia Purnakania, S.H., , saat Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Aula DPC PDI Perjuangan, Jl. Jaksa Naranata, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. (dok DPRD Jabar).

Perda ini, lanjut Nia, bertujuan untuk mendorong daya saing kreativitas daerah serta memberikan landasan hukum bagi pelaku ekonomi kreatif. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan tercipta suasana usaha yang lebih kondusif dan kreatif bagi masyarakat Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Bandung.

“Jawa Barat kaya akan kreativitas, baik tradisional maupun berbasis digital,” ujar Nia Purnakania. Ia menekankan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan ekonomi daerah,” kata Nia.

Nia menambahkan, latar belakang hadirnya perda ini berangkat dari pesatnya perkembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat yang menjadi salah satu hal unggulan dalam perekonomian daerah. Dengan adanya regulasi ini, pemerintah diharapkan mampu memberikan dukungan, dari berbagai segi.

“Keberadaan Perda ini harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Nia. Ia berharap para pelaku ekonomi kreatif tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih luas,” ucap Nia.

Nia berharap, sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait regulasi yang telah dibuat serta membuka ruang diskusi bagi pelaku usaha kreatif untuk menyampaikan aspirasi dan kendala yang mereka hadapi. Dengan ini, perwujudan Perda ini dapat berjalan lebih optimal untuk meningkatkan perekonomian Jawa Barat.