“Karena kita juga tidak mau saudara-saudara kita di Kabupaten itu kemudian menilai banjirnya ialah kirimannya dari Kota Bandung. Nah, itu mesti ada pengelolaan hidrologinya yang sama,” ucapnya.
Masih kata Farhan saat ini yang bisa dilakukan adalah memperbaiki drainase dan membangun kolam retensi. Tetapi kolam retensi juga ada batasnya, sedang untuk sungai tidak ada batasnya.
“Nah, ini bahaya yang sedang kita olah terus sedemikian rupa, sehingga masalah banjir bisa diminimalisir. Apakah bisa hilang tahun ini? Saya khawatir enggak. Tapi apakah bisa diminimalisir? Insya Allah. Terutama di daerah-daerah pemukiman yang sudah kami sentuh melalui program Prakarsa. Karena Prakarsa sudah merata sekarang, di 1597 RW. Sedangkan untuk banjir di jalanan, itu memang masih kita bereskan, terutama masalah drainase, belum 100%,” tegasnya.





Tinggalkan Balasan