image_pdfimage_print

“Jangan sampai ketika cuaca Kota Bandung curah hujannya sudah sangat besar, baru kita bertindak, ya akan terlambat. Nah, salah satu yang paling menantang sekarang ini, kalau teman-teman mau lihat, di depannya Hotel Grand Tjokro, di Jalan Ciamplas, itu kirmirnya selalu longsor. Jalan tidak tergangunya juga selalu longsor, kenapa? Enggak hujan saja, airnya sangat deras. Itu salah satu tantangan yang kita hadapi,” ucapnya.

Untuk daerah-daerah yang tidak curam. Farhan Menyampaikan yang paling bermasalah itu ada di dua titik. Pertama di daerah Rancanumpang, dan di daerah Cibaduyut.

Hasil analisisnya menunjukkan itu perlu ada perbaikan drainase. Namun, menurutnya ada masalah sistem hidrologi yang jauh lebih luas dari itu.

“Contohnya di Rancasari, itu menyangkut masalah pengelolaan sistem sungai Cinambo, itu mesti kita perhatikan. Nah, sementara di Cibaduyut itu adalah masalah bagaimana drainase kemudian mengarah ke daerah yang lebih rendah, di daerah selatan kota Bandung, yang merupakan perbatasan kota dan Kabupaten. Maka, kita harus bisa memikirkan sebuah cara agar aliran sungai dan hidrologinya itu tidak semuanya terbuang ke arah kabupaten,” tuturnya.