Konon, colenak mulai dikenal sejak masa kolonial Belanda. Saat itu, singkong menjadi salah satu bahan pangan alternatif yang banyak dikonsumsi masyarakat. Dari kreativitas sederhana inilah, lahir colenak yang kemudian berkembang menjadi jajanan khas Bandung. Hingga kini, filosofi kesederhanaan itu masih melekat pada colenak.
Colenak sebagai Identitas Kuliner Kota Bandung

Bandung dikenal sebagai kota kreatif, termasuk dalam hal kuliner. Colenak menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas tidak selalu harus modern. Jajanan ini sering masuk dalam daftar kuliner khas Bandung bersama batagor, siomay, surabi, dan cireng.
Keberadaan colenak di berbagai sudut kota membuatnya menjadi bagian dari identitas kuliner Bandung. Beberapa kedai legendaris bahkan menjadikan colenak sebagai menu utama sejak dulu. Bagi warga lokal, colenak bukan hanya makanan, tapi juga nostalgia masa kecil. Sementara bagi wisatawan, colenak adalah pengalaman autentik mencicipi rasa Bandung yang sesungguhnya.
Cita Rasa Colenak: Perpaduan Manis, Gurih, dan Aroma Bakar
Salah satu daya tarik utama colenak tentu ada pada cita rasanya. Singkong yang dibakar hingga bagian luarnya sedikit karamelisasi menghasilkan tekstur empuk di dalam dan aroma khas di luar. Saat dicocol ke saus gula merah yang legit dan kelapa parut yang gurih, terciptalah perpaduan rasa yang seimbang.





Tinggalkan Balasan