Fase 2: Mulai Merasa Kehilangan — Gelombang yang Datang Terlambat
Beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah putus, barulah “gelombang” itu datang. Biasanya dipicu oleh hal-hal kecil yang tidak terduga: lagu yang dulu sering diputar bareng, tempat makan favorit, atau sekadar notifikasi ulang tahun mantan di kalender. Inilah fase di mana laki-laki mulai benar-benar merasakan kehilangannya.
Sebuah laporan dari Ahead App (Desember 2025) menyebut fenomena ini sebagai “delayed grief” — kesedihan yang tertunda. Laki-laki sering tidak mengenali gejala depresi pasca-putus cinta mereka sendiri hingga berbulan-bulan kemudian, saat beban emosional sudah menumpuk dan pemulihan menjadi lebih rumit.
Di fase ini, laki-laki juga lebih rentan melakukan maladaptive coping, mekanisme koping yang justru memperburuk keadaan. Misalnya bekerja berlebihan, konsumsi alkohol meningkat, atau berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain tanpa sempat memproses yang lama. Menurut Psychology Today (2025), perilaku-perilaku ini tidak menyelesaikan kesedihan, mereka hanya menunda nya.
Ironisnya, di fase inilah laki-laki juga paling sungkan meminta bantuan. Studi menunjukkan perempuan jauh lebih terbuka untuk mencari dukungan dari teman maupun profesional, sementara laki-laki cenderung menarik diri dan diam.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan