Tips sederhana:
- Kurangi satu cangkir per minggu.
- Ganti sebagian dengan kopi decaf.
- Hindari konsumsi setelah jam 2 siang.
- Perbanyak air putih dan tidur cukup.
Ingat, tujuan kita bukan berhenti total (kecuali ada kondisi medis tertentu), tapi membangun hubungan yang lebih sehat dengan kafein.
Jadi, Kamu Cuma Suka Kopi atau Sudah Caffeine Needy?

Menjadi penikmat kopi itu wajar. Bahkan, dalam jumlah moderat, kafein punya manfaat seperti meningkatkan fokus dan performa kognitif jangka pendek.
Tapi kalau tanpa kopi kamu merasa “tidak bisa jadi diri sendiri”, mungkin sudah waktunya evaluasi.
Caffeine needy bukan label untuk menghakimi, tapi sinyal untuk lebih sadar pada pola konsumsi kita sendiri.
Yuk, mulai lebih mindful. Besok pagi saat kamu memegang cangkir kopi, coba tanya pada diri sendiri: aku minum ini karena menikmati rasanya… atau karena tubuhku sudah menuntutnya?
Kalau jawabannya yang kedua, mungkin ini saatnya pelan-pelan mengurangi. Karena energi terbaik tetap datang dari tubuh yang cukup istirahat dan pola hidup seimbang, bukan sekadar dari kafein.





Tinggalkan Balasan