Secara psikologis, ada penjelasan yang cukup masuk akal. Penelitian tentang sleep environment (2024–2025) menunjukkan bahwa pantulan cahaya atau bayangan samar saat malam dapat meningkatkan kewaspadaan otak dan membuat tidur lebih gelisah. Jadi meski bukan soal mistis, posisi cermin memang bisa memengaruhi kenyamanan.
2. Barang Rusak dan Menumpuk
Di budaya Jepang, konsep “Ma” dan kebersihan ruang sangat penting. Barang rusak atau menumpuk dipercaya menghambat aliran energi positif. Dalam feng shui pun, clutter dianggap menghambat chi.
Menariknya, psikologi modern mendukung hal ini. Studi tentang clutter dan kesehatan mental menunjukkan bahwa ruangan berantakan bisa meningkatkan kadar stres dan kecemasan. Otak kita lebih sulit rileks di lingkungan yang penuh distraksi visual.
Jadi kalau rumah terasa “berat”, mungkin bukan karena makhluk halus — tapi karena tumpukan kardus yang belum dibereskan sejak pindahan tahun lalu.
3. Barang Bekas dengan Sejarah Tidak Jelas
Di banyak budaya Asia Tenggara, barang antik atau barang bekas yang tidak diketahui asal-usulnya sering dianggap membawa “energi sisa” dari pemilik sebelumnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan