Namun, dalam pemantauan di lapangan, Atalia menemukan persoalan terkait ketepatan data penerima bantuan. Salah satunya terdapat warga lanjut usia yang mengalami keterbatasan aktivitas, termasuk tidak mampu pergi ke kamar mandi sendiri, tetapi tercatat dalam desil 6.

Setelah ditelusuri, kondisi tersebut ternyata dipengaruhi data dalam kartu keluarga (KK). Salah satu anggota keluarga yang tercantum dalam KK diketahui memiliki aktivitas atau pekerjaan lain sehingga memengaruhi penilaian desil keluarga tersebut.

Atalia menilai persoalan itu menunjukkan pentingnya pembaruan dan verifikasi data penerima bantuan secara berkala.

“Masalah ketepatan desil ini harus terus kita perbaiki. Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman agar data keluarganya tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi ekonomi keluarga dan menghindari aktivitas yang dapat memperburuk keadaan finansial, termasuk praktik pinjam-meminjam yang tidak sehat dan judi online.

Rizki Oktaviani
Editor