Menurutnya, festival tahun ini didahului rangkaian Road to Bandung Kota Angklung Festival yang berlangsung sepanjang Mei 2026 di lima pusat perbelanjaan, yakni Bandung Indah Plaza, Cihampelas Walk, The Botanica Mall Bandung, Summarecon Mall Bandung, dan Festival Citylink.
Sebanyak 57 grup angklung berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 1.000 orang.
Berbagai kegiatan mulai dari parade komunitas, pertunjukan angklung lintas generasi, lokakarya interaktif, hingga aktivasi budaya kreatif turut melibatkan masyarakat secara langsung.
Adi menuturkan, Bandung Kota Angklung Festival bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan gerakan bersama untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas Kota Bandung.
“Sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO, angklung bukan hanya alat musik tradisional, tetapi juga representasi nilai gotong royong, toleransi, dan kebersamaan. Semangat pelestarian angklung sebagai identitas Kota Bandung harus terus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan