Salah satu upaya yang disiapkan adalah menghidupkan kembali Gedung Kesenian Rumentang Siang sebagai ruang pertunjukan seni tradisional. Farhan berencana menghadirkan empat jenis kesenian, yakni wayang golek, jaipongan, pencak silat, dan Kembang Sunda.

“Pokoknya, Rumentang Siang kita penuhi setiap Minggu. Setuju?” ucapnya saat menyampaikan rencana tersebut.

Farhan juga menyebutkan, pertunjukan wayang golek direncanakan berlangsung satu kali setiap bulan. Adapun pertunjukan jaipongan dan Kembang Sunda akan melalui proses seleksi, sementara pencak silat menjadi salah satu kesenian yang turut disiapkan untuk ditampilkan.

Ia meminta jajaran perangkat daerah terkait memperhatikan dukungan anggaran agar upaya menghidupkan ruang pertunjukan tersebut dapat berjalan.

dok

Upaya Melestarikan Budaya Sunda

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, Badaya merupakan kegiatan kebudayaan yang bertujuan memperkenalkan, mengapresiasi, dan melestarikan kekayaan seni budaya yang berkembang di masyarakat.

Rizki Oktaviani
Editor