Di sisi lain, perhatian khusus diberikan terhadap kawasan Sapan, Kecamatan Bojongsoang, yang selama ini menjadi salah satu wilayah paling terdampak banjir saat musim hujan.
Untuk memastikan program berjalan efektif, KDS mendorong terbentuknya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, TNI-Polri, akademisi, komunitas lingkungan, pelaku usaha, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
Ia juga mengajak para pengembang untuk berperan aktif menyediakan lahan pengendalian banjir sesuai ketentuan tata ruang yang berlaku. Sejumlah lokasi strategis bahkan telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak agar upaya yang dilakukan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri anggota DPR RI, jajaran Satgas Citarum Harum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah daerah se-Bandung Raya, komunitas pecinta lingkungan, unsur paguyuban, serta akademisi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan