Pocari Run Digelar Dua Hari, 15 Ribu Pelari Bakal Kepung Jalanan Bandung

BANDUNG, Prolite – Kota Bandung bakal dipadati pelari pada akhir pekan ini. Gelaran POCARI SWEAT Run Bandung 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (19-20/9).
Sebanyak 15 ribu peserta ambil bagian dalam ajang lari tersebut. Sekitar 7.600 pelari akan turun pada kategori 10 kilometer, Sabtu (19/9). Sehari berikutnya, sekitar 8.400 peserta mengikuti kategori half marathon.
Seluruh peserta akan memulai lomba dari kawasan Balai Kota Bandung. Besarnya jumlah peserta membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, event tersebut memiliki nilai strategis bagi Kota Bandung. Pasalnya, sekitar 70 persen peserta berasal dari luar Kota Bandung.
“Pocari Run ini satu di antara enam event lari besar nasional. Jadi untuk Kota Bandung menjadi sangat strategis,” kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Kamis (17/9).
Menurut Farhan, kedatangan ribuan peserta dari luar daerah turut menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung. Karena itu, Pemkot Bandung memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan event tersebut.
Farhan menyebut, hingga 2024 penyelenggaraan event tersebut berada dalam pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mulai 2025 hingga kini, Pemkot Bandung mendapat tugas untuk mengawal pelaksanaannya.
Sejumlah perangkat daerah dan unsur kewilayahan dikerahkan. Mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, kepolisian, TNI, panitia, camat hingga lurah di wilayah yang dilalui rute lomba.
Meski demikian, Farhan memastikan tidak akan ada penutupan total jalan. Sistem buka-tutup diterapkan untuk mengatur pergerakan kendaraan sekaligus memberikan ruang bagi peserta lomba.
“Kita tidak mungkin Kota Bandung itu bisa mensterilkan sebuah jalur. Tapi kita akan lakukan skema buka-tutup,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas dimulai sejak dini hari. Pada Sabtu, pengaturan berlangsung sekitar pukul 04.45 hingga 07.00 WIB. Sementara pada Minggu, rekayasa berlangsung mulai pukul 04.00 hingga 08.00 WIB.
Pada kategori 10K, rute peserta melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan, Wastukancana, Cicendo, Ir H Juanda, Dago, Diponegoro, Cilamaya, Banda, RE Martadinata, Aceh, Kalimantan, Sumatra, Merdeka hingga kembali ke kawasan Balai Kota Bandung.
Sementara rute half marathon lebih panjang. Peserta akan melintasi sejumlah ruas, antara lain Jalan Wastukancana, Ir H Juanda, Dago, Diponegoro, Cilamaya, Cimandiri, Ciliwung, Supratman, Ahmad Yani, Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Gatot Subroto, Asia Afrika, Jenderal Sudirman, Gardujati, Pasir Kaliki, HOS Cokroaminoto, Pajajaran, Cicendo hingga kembali ke Balai Kota.
Sejumlah ruas yang terdampak rekayasa lalu lintas antara lain Jalan Merdeka, Vanda, Wastukancana, Pajajaran, Cicendo, RE Martadinata, Dago, Diponegoro, Supratman, Cihampelas, Cicaheum, Kiaracondong, Gatot Subroto, Asia Afrika, Sudirman dan Gardujati.
Farhan meminta petugas di lapangan tidak terpancing emosi ketika menghadapi pengguna jalan yang terdampak rekayasa.
Para marshal diminta mengedepankan kesabaran dan komunikasi agar pengaturan lalu lintas tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama Forkopimda yang sangat erat, terutama Polrestabes yang telah menunjukkan arahan-arahan kepada kita agar bisa melaksanakan dengan baik,” katanya.
Selain lalu lintas, Pemkot Bandung juga menyoroti aktivitas di sejumlah cheering point. Titik tersebut menjadi lokasi komunitas dan pendukung memberikan dukungan kepada para pelari.
Satpol PP akan melakukan penyisiran untuk memastikan aktivitas di lokasi tersebut tetap tertib dan tidak menimbulkan pelanggaran.
“Kita akan melakukan penyisiran terutama di titik yang disebut dengan cheering point, di mana komunitas dipersilakan memberikan semangat. Itu akan kita jaga satu-satu. Tidak boleh ada pelanggaran,” tegas Farhan.
Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Panitia menyiapkan Project Eco Blue untuk mengumpulkan sampah plastik yang muncul selama pelaksanaan event. Sampah tersebut selanjutnya diproses untuk didaur ulang.
“Kalau masalah sampah kita sama-sama galak. Kita mesti lakukan sweeping sehingga semua sampah plastik nanti akan ditarik oleh Project Eco Blue, di-recycle,” ujarnya.
Pemkot Bandung juga menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk mendukung mobilitas peserta dan masyarakat. Enam lokasi yang disiapkan yakni Parkir BIP, parkir Kantor Dinas Sumber Daya Air Provinsi di Jalan Wastukancana, Parkiran Masjid Al Ukhuwah, Dinas Kelautan Jalan Wastukancana, BJB Syariah Jalan Wastukancana serta parkiran Dinas Sumber Daya Manusia di Jalan Nias.
Masyarakat yang beraktivitas pada Sabtu dan Minggu diminta memperhatikan jadwal serta rute rekayasa lalu lintas. Terutama bagi warga yang melakukan perjalanan pada dini hari hingga pagi.
Farhan menilai pelaksanaan event harus tetap memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat pengguna jalan.
“Keseimbangannya mesti dijaga, karena setiap penggunaan jalan bersama pasti menimbulkan ketidaknyamanan,” pungkasnya.

Rizki Oktaviani
Editor