Lions Club Indonesia Pimpin Aksi Lingkungan Tebar 200.000 Benih Ikan dan Memberikan Bantuan Kepada Nelayan
BANDUNG, Prolite – Sebanyak 37 Lions Club bergerak serentak melakukan aksi bakti sosial penebaran 200.000 benih ikan serta pemberian bantuan bagi nelayan tradisional dalam sebuah gerakan lingkungan yang masif, di kawasan perairan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/5/2026). Kegiatan kolaboratif bersama Kota Baru Parahyangan dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tersebut juga disertai pemberian bantuan jaring ramah lingkungan dan paket sembako bagi nelayan tradisional. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Lions Club Indonesia, yang menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga kelestarian alam di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan yang berlokasi di salah satu sisi sungai kawasan Kota Baru Parahyangan ini merupakan wujud nyata dari kemitraan jangka panjang yang telah terjalin antara Lions Club dan pengelola kawasan tersebut. Kota Baru Parahyangan dan Lions Club telah lama menjadi mitra strategis dalam berbagai program bakti sosial lingkungan, sehingga pemilihan lokasi ini menjadi simbol keberlanjutan sinergi sektor swasta dalam mendukung konservasi alam. Dukungan teknis dan ketersediaan benih ikan dalam aksi ini didukung penuh oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, yang menyediakan ratusan ribu ekor benih untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Penebaran benih ikan ini menjadi langkah krusial dalam melakukan restocking atau pengisian kembali populasi ikan lokal yang mulai menyusut akibat tekanan lingkungan. Secara ekologis, kehadiran ikan-ikan ini berfungsi menjaga rantai makanan dengan mengendalikan populasi plankton serta membantu proses pembersihan air secara biologis. Selain itu, langkah ini diproyeksikan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekitar dalam jangka panjang, sekaligus memperbaiki kualitas keanekaragaman hayati di aliran Sungai Saguling.
Fokus kegiatan tidak hanya berhenti pada pemulihan fauna air, tetapi juga menyasar kesejahteraan 50 nelayan tradisional yang mendapatkan bantuan jala ramah lingkungan serta paket sembako. Saat ini, para nelayan tersebut menghadapi tantangan berat akibat maraknya praktik illegal fishing berupa penggunaan setrum listrik yang merusak ekosistem hingga ke bibir sungai. Melalui bantuan ini, Lions Club bersama para mitra ingin memberikan apresiasi bagi para nelayan yang tetap setia menggunakan cara tangkap konvensional yang tidak merusak lingkungan.
Past District Governor (PDG) Toni Suparman selaku Ketua Umum Panitia Konvensi Nasional Lions Club MD 307 menyatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari implementasi nyata program kemanusiaan Lions Club International yang sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat. “Kegiatan penebaran 200.000 benih ikan ini bukan hanya simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga bentuk dukungan Lions Club Indonesia terhadap program pemerintah dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan. Ini juga merupakan realisasi dari delapan pilar kegiatan sosial Lions Club International yang selama ini terus dijalankan secara konsisten,” ujar Toni Suparman.
Sementara itu, Ketua Dewan Gubernur Lions Club Indonesia, CC Yahya Yastputera, mengapresiasi sinergi seluruh distrik Lions Club Indonesia yang ikut terlibat dalam aksi sosial tersebut. “Seluruh distrik di Indonesia yang ambil bagian dalam bakti sosial ini menunjukkan sinergi yang luar biasa. Apalagi kegiatan ini turut dihadiri pejabat pemerintah daerah serta International Director Lions Club. Semoga kolaborasi yang sangat baik ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” kata Yahya Yastputera.
Menurutnya, kegiatan lingkungan seperti ini menjadi bukti bahwa organisasi sosial dapat berperan aktif membantu pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar kawasan perairan.
Gerakan ini merupakan bagian dari proyek sinambung yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali dan direncanakan akan mencapai puncaknya pada hari ini 10 Mei 2026 dalam momentum Konvensi Nasional Lions Club MD 307.
Secara global, langkah nyata ini merupakan pengejawantahan dari program internasional Lions Club di bidang lingkungan yang sejalan dengan visi UNESCO terkait pelestarian sumber daya air dunia. Kolaborasi apik antara 37 club, jajaran pimpinan Lions Club, Kota Baru Parahyangan, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam menjaga aset vital lingkungan demi masa depan yang lebih hijau.




Tinggalkan Balasan