“Budaya adalah soft power, kekuatan yang mampu menjadi jembatan ketika politik seringkali menimbulkan konflik dan perpecahan,” ujarnya
Fadli juga mengungkapkan pentingnya dokumentasi sejarah KAA sebagai warisan dunia. Ia bahkan berencana membuka koleksi foto konferensi yang dimilikinya sebagai domain publik agar dapat diakses luas oleh masyarakat dan generasi mendatang.
“Kesamaan budaya di Asia dan Afrika menjadi energi pemersatu yang melampaui perbedaan, sekaligus memperkuat solidaritas global,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan komitmen Pemkot Bandung untuk mengangkat kembali kawasan Asia Afrika sebagai pusat sejarah dunia. Upaya tersebut dilakukan melalui pengajuan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai kandidat warisan dunia UNESCO.
“Kami sedang mengajukan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai kawasan warisan dunia dengan target dalam empat tahun ke depan bisa masuk kandidat UNESCO,” ujar Farhan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan