Pengungsian Massal Warga Gaza dan Ketegangan Baru di Perbatasan Lebanon-Israel

Warga Gaza

Prolite – Dilansir dari Reuters, Militer Israel mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa mereka akan tetap mengizinkan warga Gaza untuk mengungsi ke selatan.

Ribuan Warga Gaza Telah Mengungsi

Ratusan ribu warga Gaza telah mengungsi, sementara pasukan Israel bersiap untuk serangan darat ke Jalur Gaza yang dikuasai Hamas sebagai pembalasan atas serangan tanpa preseden.

Pasca serangan brutal oleh Hamas yang menyebabkan korban jiwa menembus angka orang, Israel telah bersumpah untuk menghapus kelompok militan tersebut.

Pemandangan menunjukkan sisa-sisa rumah warga Gaza, Palestina, yang hancur dalam serangan Israel di Jalur Gaza Tengah – M. Fayq Abu Mostafa

Dalam serangan ini, pejuang Hamas melancarkan serangan brutal di kota-kota Israel, menembaki warga sipil dan menyandera beberapa di antaranya.

Kejadian tragis ini meninggalkan bekas mendalam bagi Israel, diperparah dengan video yang menunjukkan kebiadaban dalam serangan tersebut.

Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan dahsyat ke Gaza, menghancurkan sebagian besar infrastruktur wilayah tersebut yang dihuni oleh 2,3 juta penduduk Palestina.

Otoritas Gaza mengatakan lebih dari orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seperempatnya anak-anak.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, saat ini berada di kawasan tersebut dengan tujuan mengamankan pelepasan 126 sandera yang menurut Israel telah dilarikan oleh Hamas ke Gaza.

Selain itu, ia juga berupaya mencegah perluasan konflik. Dalam pertemuan yang dijelaskannya sebagai “sangat produktif” dengan Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, Blinken menegaskan akan mengunjungi Mesir, yang saat ini menjadi jalur utama bantuan untuk warga Gaza.

Konflik Membara : Perbatasan Lebanon-Israel dalam Sorotan

Namun, kekerasan di Gaza bukan satu-satunya masalah. Bentrokan terparah sejak 2006 telah terjadi di perbatasan utara Israel dengan Lebanon.

Iran, yang mendukung Hamas, telah memuji serangan Hamas terhadap Israel tetapi menyangkal keterlibatannya.

Peringatan datang dari penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kepada kelompok militan Lebanon, Hezbollah, agar tidak mengambil tindakan yang dapat menyebabkan “kehancuran” Lebanon.

Bentrokan di perbatasan Israel dengan Lebanon meningkat ketika pejuang Hezbollah meluncurkan rudal ke desa perbatasan Israel, menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya. Sebagai pembalasan, militer Israel melancarkan serangan ke Lebanon.

Sebuah pemandangan menunjukkan asap di langit dan bangunan yang hancur di Jalur Gaza seperti yang terlihat dari perbatasan Israel dengan Jalur Gaza – Amir Cohen

Dalam kondisi yang semakin memburuk di Gaza – dimana pasokan air, listrik, dan medis telah terputus – Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa 300 warga Gaza, sebagian besar adalah anak-anak dan wanita, telah tewas dan 800 lainnya terluka hanya dalam 24 jam terakhir.

Meski otoritas Mesir mengklaim perbatasannya tetap terbuka, lalu lintas telah terhenti selama beberapa hari terakhir akibat serangan Israel.

Militer Israel pada hari Jumat menginstruksikan warga di bagian utara Jalur Gaza untuk segera mengungsi ke selatan. Namun, Hamas menyarankan agar warganya tetap di tempat, dengan alasan kondisi di jalanan tidak aman.

Sebagian warga Gaza memilih untuk tetap tinggal, mengingat “Nakba” atau “bencana” ketika banyak Palestina diusir dari rumah mereka pada 1948.

Israel menuduh Hamas mencegah penduduknya untuk mengungsi dengan tujuan menggunakan mereka sebagai tameng manusia, sebuah klaim yang dibantah oleh Hamas.