“Untuk itu memang kami akan mencermati di lapangan secara sangat hati-hati mengenai penerapan-penerapan aturan terhadap Desil 9 dan Desil 10 ini,” katanya.

Namun, Farhan menempatkan transisi Desil 5 ke Desil 6 sebagai perhatian utama karena perubahan status dapat memengaruhi akses bantuan sosial.

“Kalau buat kami di Kota Bandung yang paling rentan itu adalah antara Desil 5 ke Desil 6. Kalau Desil 9, 10 kan tidak bisa menikmati subsidi. Kalau Desil 5 ke Desil 6, ini adalah tidak bisa menerima bantuan. Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan,” tutur Muhammad Farhan.

Pemkot Bandung akan memantau warga hingga tingkat kewilayahan untuk memastikan perubahan status desil tidak mengabaikan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya.

Pemantauan tersebut dapat memanfaatkan program Siskamling Siap Jaga Bencana sebagai sarana warga menyampaikan kondisi dan kebutuhan secara langsung.

“Kita masih jalan Siskamling Siap Jaga Bencana untuk memastikan bahwa warga di setiap kewilayahan itu bisa menyampaikan aspirasinya. Apakah memang menimbulkan kesulitan atau memang sedang dalam keadaan baik-baik saja,” katanya.

Rizki Oktaviani
Editor