Vaksin Gratis Hewan Peliharaan di Expo “Bangsawan”

Vaksinasi hewan peliharaan

DKPP Gelar Expo ” Bangsawan”, Vaksinasi Hewan Peliharaan Gratis

BANDUNG, Prolite – Trend memiliki hewan peliharaan cukup tinggi namun paham terkait kesehatan dan kebersihan hewan di masyarakat masih kurang. Oleh karena itu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kota Bandung menggelar ‘Expo Bangsawan (Bandung Jaga Kesehatan Hewan)’.

Dimana dalam kegiatan itu ada pemeriksaan dan pemberian vaksin bagi hewan peliharaan secara gratis, edukasi terkait berbagai penyakit hewan khususnya yang dapat menular ke manusia, serta pada acara berlangsung di Sport Center Arcamanik itu juga, DKPP melaunching kendaraan pemeriksa hewan peliharaan yang akan berkeliling ke seluruh wilayah Kota Bandung.

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar mengatakan kota Bandung sebagai kota yang besar, kota terbuka dan sangat rawan terhadap ulang alik atau perpindahan hewan yang otomatis kesehatannya harus dijaga, sebab dampaknya bisa dirasakan terutama terkait zonosis penyakit yang menular dari hewan peliharaan ke manusia.

“Itu penyakit menular yang harus diantisipasi, karena dampaknya besar, bahkan menurut penelitian hampir 50% Jenis penyakit yang ada di manusia, patogen itu disebabkan atau berasal dari hewan peliharaan. Seperti kita tahu ada flu burung, ada rabies, PMK (penyakit mulut dan kuku), itu semua dari hewan,” jelas Gin Gin, Sabtu 14 Febuari 2026.

Penyakit itupun berdampak terhadap hewan ternak, khusunya hewan pangan konsumsi. Di kota Bandung sendiri, hampir sebagian besar pangan datang dari luar kota, sehingga harus dipastikan pangan hewan ternak yang datang ke kota Bandung punya kualitas,mutu,dan kesehatan yang baik.

“Tentunya perlu kolaborasi antar pihak, antar komunitas, berbagai OPD, berbagai sektor. Makanya terlihat disini berbagai OPD mendukung, perguruan tinggi, komunitas pencinta hewan, peternak sampai ke pelaku yang lainnya,”jelasnya.

Untuk kasus hewan terkena rabies, kata Gin Gin sebetulnya kota Bandung hampir berpuluh-puluh tahun ini zero kasus alias tidak ada kasus ribies, begitupun secara administrasi kota Bandung sebetulnya aman. Tetapi secara umum dan nasional Kota Bandung masih dinyatakan waspada, karena kota Bandung sangat terbuka dengan daerah lain, terutama beberapa daerah tetangga masih ada kasus rabies maupun genosis, sehingga kota Bandung harus hati-hati.

Upaya kehati-hatian pemkot Bandung sendiri kata dia, diantaranya melakukan vaksin gratis bahkan secara rutin DKPP melakukan pemeriksaan gratis melalui klinik hewan maupun door-to-door ke wilayah.

“Jadi pada expo ini selain edukasi kesehatan dan kebersihan hewan, cara membuat kompos. Kita juga pembagian bibit tanaman sayur mayur hingga rempah, bibit ternak ikan dan ayam. Serta edukasi dari dinas pelayanan lain seperti Disdukcapil, Diskarmat , Bapenda, BJB, Dinkes, dan lainnya,” tuturnya.

Masih kata Gin Gin untuk ‘Bangsawan’ ini memang pertama namun sejak 2003 kota Bandung sudah membuat aplikasi ‘laman hati (Layanan manajemen kesehatan hewan terintegrasi)’. Dimana pihaknya bisa mendeteksi termasuk menerima laporan-laporan dari masyarakat terkait kesehatan hewan. Terlebih dari data hewan yang sudah divaksin DKPP itu menjadi deteksi awal yang dilakukan terhadap hewan.

“Kalau datang kita pastikan dulu kesehatannya kalau ternyata tidak memenuhi persyaratan atau kurang sehat kita berikan pengobatan dulu. Dan dari situ juga kita bisa mendeteksi termasuk meminta data tentang sejarah kesehatannya pernah sakit apa, jadi kita juga catat itu. Termasuk yang pasti kepemilikannya, dimana tempatnya tinggalnya,” tandasnya.

“Ini juga untuk menyebarkan, memetakan sebaran hewan yang ada di kota Bandung. Jadi yang sehat dilakukan vaksin,paling tidak per tiga bulan sekali kita akan kontrol dan mereka juga diharuskan untuk berkomunikasi bahkan mendatangi, mendaftarkan lagi untuk dilakukan pemeriksaan,sehingga mudah-mudahan bisa terkontrol,” ucapnya lagi.

Begitupun untuk hewan peliharaan yang sudah disterilisasi,pihaknya memberikan tanda khusus sehingga tahu dimana posisi, dan tingkat kesehatannya seperti apa. Termasuk isu penyakit hewan pun kerap muncul seperti PMK di beberapa tempat termasuk beberapa kejadian peristiwa digigit anjing.

“Itu mengindikasikan bahwa kewaspadaan itu harus ditingkatkan tapi kalau indikasi atau kejadian rabies atau zonosis di kota Bandung alhamdulillah. Termasuk seperti kasus terakhir kemarin yang sempat viral di warung muncang,kita sudah amati elama 14 hari Anjingnya dinyatakan sehat tidak tertular rabies sehingga tidak perlu pengobatan lebih lanjut. Begitupun untuk orang yang digitnya tidak terjangkit karena hewannya tidak rabies jadi terkendali,” tutupnya.