Usai Perselisihan Ojol dan Opang, Warga Pasang Surat Terbuka

Usai Perselisihan Ojol dan Opang, Warga Pasang Surat Terbuka
Prolite – Perselisihan antara ojek online (Ojol) dan ojek pengkolan (opang) di kawasan Pasir Impun Kota Bandung tidak ada habis-habisnya.
Akhir pekan kemarin terjadi perselisihan antara ojek online dan opang di daerah Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung sekitar pukul WIB.
Akibat bentrokan tersebuy pengemudi ojek online mengalami luka-luka, bukan hanya itu penumang ojek online pun turut penjadi korban dan mengalami luka-luka.
Kronologi bentrokan yang terjadi karena driver ojek online di Tarik hingga mengalami luka-luka.
Usai kejadian itu, warga dari beberapa komplek di sekitar Pasir Impun membuat pernyataan yang dipasang di pintu masuk pemukiman mereka.
Dalam pernyataan itu, warga akan bebas memilih moda transportasi apapun yang akan mereka gunakan.
“Kami warga BCV1, BCV2, Bukit Padjajaran, Citra Wanagiri, Golden Pasir Impun, Grand Panoramic, Green Garden View, Sayana Terrace House, Taman Melati bebas memilih moda transportasi apapun (ojol, opang, taksi, dll),” tulis pernyataan terbuka itu.
Warga juga turut mengecam keras segala tindakan main hakim sendiri dan premanisme yang terjadi.
Terkait kejadian tersebut kini ojek online dan ojek pangkalan sudah menjalani mediasi oleh Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri dan menghasilkan tiga poin kesepakatan bersama.
Poin kesepakatan pertama hasil musyawarah ini adalah Ojol tidak akan lagi dipungut biaya apabila masuk atau melintas di kawasan Pasir Impun.
Poin kedua adalah pihak Opang maupun ojek online sepakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Bandung.
“Ojol dan Opang harus jaga etika dan tata krama,” ucap Yusuf menyampaikan poin kesepakatan ketiga sebagai tindak lanjut perdamaian antara kedua belah pihak tersebut.
Ia menambahkan bahwa tiga poin kesepakatan tersebut berlaku untuk semua driver ojek online, baik yang tergabung dalam komunitas maupun yang tidak bergabung dengan komunitas.