Tarif Layanan Puskesmas di Kota Bandung Naik Jadi Rp15 Ribu, Sekda Kota Bandung : Untuk Operasional

kenaikan tarif layanan puskesmas

Pihak Dinkes Kota Bandung Belum Beri Penjelasan Kenaikan Tarif Layanan Puskesmas di Kota Bandung Jadi Rp15 Ribu

BANDUNG, Prolite – Tarif retribusi pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat atau Tarif Layanan Puskesmas naik dari semula Rp 3000 menjadi Rp . Sayangnya untuk mendapat penjelasan alasan kenaikan itu pihak Dinkes enggan terbuka.

Saat dimintai tanggapannya tentang kenaikan Tarif Layanan Puskesmas ini ke Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Deborah Johan Rattu membenarkannya, namun untuk alasannya Deborah menyarankan agar langsung bertanya ke Humas Dinkes agar satu pintu.

“Benar ada perda-nya, tetapi kalau ingin tahu detailnya ke humas saja satu pintu berkirim surat mau wawancara,” ujar Deborah saat dihubungi, Senin (8/1/24).

Namun saat dikonfirmasi ke pihak humas Dinkes, jawaban yang didapat kurang memuaskan, alasannya khawatir salah menyampaikan informasi dan disarankan menanyakan kepada admin Dinkes. Begitupun admin Dinkes saat ditanyakan menyarankan berkirim surat resmi terlebih dulu.

Dinas KEsehatan - Tarif Layanan Puskesmas
()

 

“Ia prosedurnya begitu agar nanti bisa disposisikan oleh pimpinan kami,” ungkap admin Dinkes tersebut.

Sekertaris Daerah Kota Bandung Emma Sumarna pun membenarkan kenaikan tarif layanan puskesmas tersebut.

Namun menurut dia, kalau untuk warga Bandung semua sudah di-cover sehingga tidak akan pengaruh apa pun.

“Tapi di satu sisi ini kebanyakan yang menggunakan kan masyarakat luar juga dan kita butuh untuk daya dukung operasional. Kemarin saya dapat selintas memang baru laporan dari kepala DKK. Baru laporan lisan bahwa tarif ini atas kebutuhan, tapi kalau untuk warga Bandung itu tidak akan berpengaruh karna mereka sudah ter-cover oleh BPJS, UHC,” pungkasnya.

“Jadi, mungkin kita itu melayani masyarakat Bandung kalau Pemkot Bandung. Tapi kalau faktanya banyak di manfaatkan orang luar yah maaf tarifnya seperti itu. Karena, daya dukung operasional juga harus optimal, misal mengobati warga luar Bandung, obatnya setengah kan tidak bisa gitu. Kalau dia warga Bandung sudah free tidak ada masalah, kalau luar warga Bandung yah ikuti dengan harga tarif sekarang,” tegasnya.