Immersive Experience: Masa Depan Pelatihan, Edukasi, dan Hiburan yang Gak Ngebosenin!

Immersive Experience

Prolite – Masuk ke Dunia Lain? Yuk, Coba Immersive Experience Multisensori!

Bayangin kamu bisa masuk ke lukisan Van Gogh, terbang di kokpit pesawat tanpa harus jadi pilot sungguhan, atau belajar anatomi tubuh manusia sambil “menelusuri” organ-organ secara virtual. Kedengarannya kayak film sci-fi, ya?

Tapi faktanya, semua itu udah bisa kamu rasakan lewat teknologi immersive experiences alias pengalaman immersive !

Tren ini lagi booming banget di 2025, terutama di bidang hiburan, edukasi, sampai terapi. Mulai dari teknologi VR (Virtual Reality), AR (Augmented Reality), instalasi seni interaktif, sampai simulasi 360 derajat, semua diciptakan buat ngajak kita terjun langsung ke dunia yang nggak bisa kita rasakan di kehidupan nyata.

Artikel ini bakal ngulik tuntas kenapa pengalaman imersif ini jadi primadona baru, manfaatnya buat hidup sehari-hari, plus panduan buat kamu yang pengen mulai coba. Yuk, nyebur!

VR, AR, dan Instalasi Interaktif: Gimana Sih Rasanya?

Teknologi VR bawa kamu ke dunia digital 100%. Kamu bisa pakai headset VR dan langsung merasa kayak lagi ada di tempat lain—entah itu puncak gunung Himalaya atau ruang operasi medis.

Sementara itu, AR nambahin elemen digital ke dunia nyata. Contohnya? Filter IG yang bikin kamu punya kuping kelinci atau aplikasi belajar biologi yang nampilin organ tubuh di atas meja kamu.

Nah, satu lagi yang makin hype adalah instalasi seni interaktif. Misalnya, kamu datang ke ruang galeri, terus dinding dan lantainya bisa merespons gerakan kamu—warnanya berubah, musiknya ikutan main. Semuanya bikin kamu merasa jadi bagian dari karya itu sendiri.

Kenapa Immersive? Ini Nih Manfaatnya!

  1. Buat Edukasi, Nggak Lagi Bosenin!
    • Anak-anak bisa belajar sejarah sambil “masuk” ke zaman kerajaan kuno.
    • Mahasiswa kedokteran bisa latihan operasi lewat simulasi VR tanpa harus langsung ke pasien.
  2. Hiburan yang Bikin Merinding Senang
    • Nonton konser VR seolah-olah kamu ada di barisan depan, padahal lagi selonjoran di rumah.
    • Main game 360 derajat yang bikin kamu teriak-teriak karena terlalu real!
  3. Terapi yang Lembut tapi Efektif
    • Pasien fobia bisa menjalani exposure therapy di dunia virtual secara bertahap dan aman.
    • Kelas meditasi imersif bantu kamu lebih fokus dan rileks, lengkap dengan suara hutan dan visual tenang.

Contoh Immersive yang Sudah Ada

  • Museum Virtual: Google Arts & Culture udah kerja sama dengan ratusan museum dunia. Kamu bisa “jalan-jalan” di Louvre, Rijksmuseum, atau Museum Nasional Jakarta tanpa keluar rumah.
  • Pelatihan Pilot & Medis: Maskapai besar dan institusi medis pakai simulasi VR buat latih respons darurat, navigasi, atau prosedur medis rumit. Bahkan bisa dipantau langsung oleh mentor dari jarak jauh.
  • Kelas Meditasi Imersif: Aplikasi kayak Tripp dan Lumenate menyuguhkan pengalaman meditasi yang menyatu antara visual, suara, dan panduan napas. Perfect buat kamu yang susah fokus!

Mau Coba Immersive Experience? Ini Panduan Simpelnya!

 

1. Pilih Tujuanmu Dulu:

  • Mau hiburan? Coba game VR seperti Beat Saber atau tur virtual.
  • Mau belajar? Cek aplikasi seperti Anatomyou VR atau Mondly AR (belajar bahasa).
  • Mau terapi dan relaksasi? Coba TRIPP, Lumenate, atau Healium.

2. Cek Perangkat yang Dibutuhkan:

  • VR headset: Meta Quest 3, Sony PSVR2, atau HTC Vive masih jadi andalan.
  • AR support device: HP kamu yang udah support ARKit (iOS) atau ARCore (Android).
  • Audio dan lighting: Headphone noise-canceling dan pencahayaan remang bikin pengalaman makin immersive.

3. Platform Rekomendasi:

  • Steam VR: Buat kamu yang suka eksplor banyak konten VR.
  • YouTube VR: Banyak banget video 360° gratis!
  • Google Arts & Culture: Buat kamu si penikmat seni.

Yuk, Rasakan Dunia di Luar Imajinasi!

Pengalaman imersif bukan cuma trend tech keren, tapi juga revolusi cara kita belajar, bersenang-senang, dan menyembuhkan diri. Dengan kemajuan teknologi yang makin inklusif dan gampang diakses, kamu nggak perlu jadi tech-geek buat mulai menjelajahi dunia imajinasi ini.

Siap lompat ke dunia virtual? Jangan ragu buat coba satu per satu dan lihat sendiri efeknya. Siapa tahu, ini jadi cara baru kamu buat belajar, healing, atau sekadar have fun!

Yuk, share artikel ini ke teman-teman yang butuh hiburan anti-mainstream, dan kasih tahu pengalaman pertamamu di dunia imersif di kolom komentar! 🎮🌌🧠




Demam Film Oppenheimer : Ada Wisata Nuklir di Bandung yang Menarik !

Bandung mempunyai wisata nuklir yang dapat di kunjungi oleh masyarakat (Tempo).

Demam Film Oppenheimer : Ada Wisata Nuklir di Bandung Loh !

BANDUNG, Prolite – Ada yang tau film Oppenheimer ada wisata nuklir nya loh? Film yang mengisahkan biografi tentang Julius Robert Oppenheimer ahli fisika yang mengembangkan bom atom Hiroshima-Nagasaki.

Untuk kalian para treveler yang ingin berwisata nuklir bisa loh ! Kota Bandung menyediakan wisata nuklir yang dapat dikunjungi.

Pengetahuan nuklir selama ini hanya di ketahui dari buku atau tidak film saja. Namun kini selain berwisata untuk para treveler juga akan memberikan wawasan batu tentang dunia nuklir.

Buruan untuk kamu yang ingin mengetahui lebih dalam dunia nuklir cukup dengan datang ke Kota Bandung dan ikuti wisata nuklirnya.

Wisata Nuklir yang berlokasi di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSTNT Batan) di Jalan Tamansari.

Wisata yang diresmikan pada tahun 2019 oleh Wali Kota Bandung saat itu Oded M uhammad Danial.

Tempat wisata yang satu ini menyuguhkan bermacam-macam jenis nuklir yang dapat dilihat secara langsung oleh wisatawan.

Selain itu juga dapat melihat ruang teknik analisis radiometri, Laboratorium radio isotope dan senyawa bertenda hingga tempat pengolahan limbah.

Selain itu, juga ada ruang pamer yang cukup luas, bersih dan nyaman. Di ruang pamer ini menampilkan beragam informasi teknologi tentang nuklir yang mendukung pemanfaatan untuk kehidupan sehari-hari.

Hasil penelitian dan pengembangan yang dipamerkan di antaranya jamu herbal irridasi, kit radioisotop dan radiofarmaka untuk kedokteran nuklir, plastik biodegradable dan iridasi gamma untuk produk unggulan Indonesia seperti buah-buahan dan lainnya.

Lebih asyiknya lagi, wisata nuklir ke PSTNT Batan Bandung tidak dipungut biaya alias gratis. PSTNT Batan Bandung juga sangat memperhatikan faktor keselamatan dan keamanan untuk semua pengunjungnya.

Traveler juga bisa melihat langsung fasilitas reaktor nuklir PSTNT BATAN Bandung. Namun, bagi yang ingin melihat reaktor ini disyaratkan minimal berusia 18 tahun ke atas. Sedangkan untuk pengunjung berusia 18 tahun ke bawah dapat berkunjung ke ruang pameran yang berisi banyak informasi edukatif terkait nuklir.