Waspada Cacar Monyet, 1 Warga Bandung Teridentifikasi

Kenali perbedaan penyakit cacar monyet dan cacar air (iStockphoto).

1 Warga Bandung Teridentifikasi Bergejala Cacar Monyet

BANDUNG, Prolite – Kepala Dinkes Kota Bandung Anhar Hadian membenarkan satu warga Kota Bandung terkena cacar monyet. Warga yang tidak disebutkan identitasnya itu kini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin.

“Kami belum bisa secara langsung dengan pasiennya karena posisi sekarang sedang di isolasi di RSHS,” ujar Anhar, Senin (30/10/2023).

Seminggu lalu kata Anhar, mengutip dari keluarga pasien bahwa warga tersebut pulang dari perjalanan luar kota (Jakarta,red) kemudian mengalami gejala demam dan cacar pada umumnya.

Warga tersebut semula berobat ke Puskesmas sekitar Rabu Kamis pekan lalu kemudian karena gejala menunjukkan cacar monyet maka oleh Puskesmas dirujuk ke RSHS.

Tracing keluarga sendiri kata Anhar ada 7 orang dan dari ke tujuh orang tersebut belum ditemukan gejala cacar monyet atau gejala lainnya.

“Hanya saja kami tegaskan bila mereka mengalami demam agar segera melapor ke Puskesmas. Jangan disamakan dengan covid ya, meski sama penularan bisa droplet. Penularan cacar ini harus langsung sehingga kemungkinan kecil menyebar, jadi berbeda penaganannya,” tegasnya seraya mengatakan hasil tes lab keluar pada Jumat depan.

Anhar meminta keluarga pasien untuk lebih menjaga kesehatan dan kebersihan.

“Kami menentukan siapa kontak erat nya. Yang jelas satu rumah itu kontak erat, diluar itu kami punya cara menentukannya,” tutupnya.




Awas! Rabies Binatang Peliharaan, Segera Vaksin!

virus rabies

BANDUNG, Prolite – Viral di media sosial seorang anak asal Buleleng, Bali meninggal dunia disebabkan oleh gigitan anjing rabies pada anak tersebut.

Hal ini membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan langkah langkah antisipasi penanganan virus rabies.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh, mengimbau masyarakat Kota Bandung yang memiliki hewan peliharaan terutama kucing, anjing, musang, dan kera untuk segera di vaksin.

“Empat hewan itu potensi terbesar di Kota Bandung menularkan virus rabies.” ujar Wilsandi saat ditemui, Senin, (19/6/2023).

DKPP Kota Bandung sendiri sedang memasifkan pemberian vaksin kepada hewan peliharaan untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus ini dari hewan ke manusia. Tak hanya hewan peliharaan, hewan liar pun turut dilakukan pemantauan dan vaksinasi.

“Kita sedang mengumpulkan data kepemilikan hewan peliharaan di setiap kelurahan khususnya pembawa rabies. Sehingga nanti awal Juli sudah bisa dilakukan dengan masif untuk seluruh kelurahan termasuk hewan liar,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses vaksinasi rabies kepada hewan, pihaknya menggandeng Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk mempercepat progres pemberian vaksin.

“Untuk tahun ini akan sediakan vial vaksin rabies, ini sudah berjalan, dan juga kita sedang meminta tambahan ke provinsi Jabar. Agar masyarakat tidak hanya vaksinasi di DKPP tapi bisa mendatangi tempat tertentu,” ujar Wilsandi.

Masih kata dia, hewan yang bergejala virus ini, di antaranya yaitu takut cahaya, kesulitan makan, takut air, cenderung agresif dan mengeluarkan air liur berlebihan.

Sehingga, jika pemilik hewan peliharaan menemui ciri tersebut segera menghubungi DKPP atau dokter hewan terdekat.

Tak hanya itu, Wilsandi mengingatkan jika ada masyarakat Kota Bandung yang mengalami gigitan hewan khususnya kucing, musang, anjing dan kera untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kita bersama Dinkes sudah membuat tim taktis kalau nanti tiba-tiba terjadi ada kasus langsung menanggapi. Termasuk kepada puskesmas agar respon cepat ketika ada kejadian, sehingga jika ada kasus gigitan akan diperiksa baik hewan maupun manusia yang digigit,” kata dia.