Geger Pengakuan Dede Riswanto, DPO 3 Orang Tidak Ada

Pengakuan Dede Riswanto yang menyebutkan 3 tersangka DPO tidak ada (Youtube Dedi Mulyadi).

Geger Pengakuan Dede Riswanto, DPO 3 Orang Tidak Ada

Prolite – Pengakuan Dede Riswanto dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon pada 2016 silam karena keganasan salah satu geng motor menggerkan publik.

Kita semua tau Dede Riswanto merupakan saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon yang terjadi di Jembatan Layang Talun, Kabupaten Cirebon.

Beberapa waktu lalu Dede Riswanto mengungkapkan bahwasannya pencarian Dalam Pencarian Orang (DPO) 3 orang hanyalah sia-sia.

Pihak kepolisian sempat merilis nama-nama 3 tersangka DPO yang juga ikut dalam kejadian pembunuhan Vina di 2016 silam.

Dede menjelaskan bahwa pencarian terhadap ke 3 DPO itu akan membuang waktu dan sia-sia pasalnya ke 3 DPO tersebut tidak ada.

Dede mengungkapkan bahwa peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan tidak pernah terjadi.

Lebih lanjut, lokasi kejadian sebenarnya hanya di Jembatan Layang Talun bukan di dua tempat seperti pada keterangan Aep saat itu.

Kematian Vina dan Eky disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, bukan pembunuhan. Menurutnya, cerita pembunuhan dan pemerkosaan hanyalah akal-akalan Aep.

Dede mengaku tidak pernah melihat adanya aksi sadis dan keji yang dilakukan oleh para terpidana yang saat ini mendekam di penjara.

Dia juga menegaskan bahwa keterangan yang dia berikan bersama Aep tidak ada dasarnya.

Dalam wawancara tersebut, Dede juga menyarankan agar publik tidak lagi menggunakan ilmu “cocoklogi” di media sosial untuk mencurigai orang-orang yang mirip dengan ciri-ciri tiga DPO tersebut.

Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji juga memberikan pandangannya bahwa tewasnya Vina dan Eky adalah akibat kecelakaan.

Menurut Susno, tindakan polisi yang pertama kali melaporkan kejadian tersebut sebagai kecelakaan sudah benar.

Pernyataan Susno ini berbeda dengan pendapat Mabes Polri yang mengutus Propam untuk memberi sanksi kepada polisi tersebut karena mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Susno yakin bahwa kejadian di Jembatan Layang Talun bukanlah kasus pembunuhan. Dia berterima kasih kepada Polres Kabupaten Cirebon atas penyidikan yang dilakukan.

Susno bahkan menawarkan hadiah sebesar Rp 10 juta dari gaji pensiunannya bagi siapa saja yang bisa membuktikan bahwa kasus ini merupakan pembunuhan.




Akhirnya Iptu Rudiana Muncul Terkait Kasus Pembunuhan Vina dan Eki 2016

Iptu Rudiana (Detik Jabar).

Akhirnya Iptu Rudiana Muncul Terkait Kasus Pembunuhan Vina dan Eki 2016

Prolite – Iptu Rudiana akhirnya muncul usai selama ini menghilang terkait kasus pembunuhan sang anak dan Vina yang terjadi pada 2016 silam di Cirebon.

Kemunculan ayah dari almarhim Eki yang juga merupakan salah satu korban pembunuhan bersama dengan Vina yakni permohonan maaf.

Permohonan maaf dirinya karena selama ini tak kunjung buka suara mengenai kasus yang menyangkut sang anak.

Dalam keterangannya Iptu Rudiana tidak mau buka suara mengenai kasus Vina Cirebon karena dia merupakan seorang polisi yang terikat dengan kode etik.

Meski demikian Susno Duadji menilai bahwa kasus Vina Cirebon ini adalah masalah pribadinya dan bukan masalah profesi.

Terkecuali jika Iptu Rudiana menyalahi aturan dalam proses hukum pada para terpidana.

Awal kemunculan Iptu Rudiana ke depan publik adalah saat ia nyekar ke makam putranya Eky.

Ia terlihat menangis tersedu-sedu saat menyambangi makam anaknya tersebut.

Ia pun meminta doa dari anaknya agar semua yang ia lakukan selama ini agar dimudahkan untuk mencari keadilan untuk anaknya.

Namun ekspresi wajah Iptu Rudiana pun menjadi sorotan salah satunya dari pakar ekspresi Kirdi Putra.

Ia mengatakan bahwa permintaan maaf dari Iptu Rudiana tersebut bukan permintaan maaf yang menyatakan bahwa ada kesalahan yang ia lakukan.

Hanya saja kata-kata pemanis saat seseorang bicara, ia juga mengatakan bahwa kata-kata yang digunakan Iptu Rudiana saat muncul di publik adalah bumbu semata.

Kirdi pun mengatakan bahwa permintaan maaf yang dilontarkan oleh ayah dari Eki adalah permintaan maaf karena kegaduhan yang telah terjadi.

“Saya tidak melihat itu tentang permintaan maaf, ia minta maaf duluan karena kegaduhan yang ditimbulkan, padahal itu bukan permintaan maaf,”ujar Kirdi dikutip dari youtube Cumi-Cumi Selasa 30 Juli 2024.

Ia juga mengatakan bahwa saat Rudiana mengatakan bahwa anaknya telah meninggal kecepatan suaranya naik lebih cepat dibandingkan di awal klarifikasi.

Sebelumnya nama Rudiana disangkut pautkan dengan kasus Vina dan Eki, banyak warga net yang beranggapan bahwa dirinya lah yang menjadi pengendali di balik semua kasus ini.

Bukan hanya itu bahkan ada pemberitaan yang menyebutkan bahwa saksi Aep dan Dede yang sempat di hadirkan di ruang sidang merupakan arahan dari ayah dari Eki.