RESMI! BNN Larang Penggunaan Vape, Modus Narkoba DIbalik Liquid

Ilustrasi larangan penggunaan vape (Freepik).

RESMI! BNN Larang Penggunaan Vape, Modus Narkoba DIbalik Liquid

Prolite – Rokok elektronik atau yang biasa kita kenal Vape, nama itu pastinya sudah tidak asing lai di telinga seluruh warganet salah satu tren gaya hidup modern masakini.

Desainnya yang menarik, rasa cairan yang beragam, dan anggapan sebagai alternatif rokok membuat vape cepat populer, terutama di kalangan remaja dan anak muda.

Namun, di balik kepulan asapnya, vape menyimpan risiko kesehatan serius, bahkan dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika.

Fenomena penyalahgunaan vape tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Singapura. Di negara tetangga tersebut, otoritas menemukan ribuan produk vape ilegal dengan kandungan zat berbahaya seperti etomidate dan ketamin. Rokok elektrik jenis ini dikenal sebagai “zombie vapes” atau “Kpods” karena menimbulkan efek seperti linglung, kehilangan keseimbangan, bahkan risiko overdosis.

Kondisi serupa terjadi di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai beberapa kali menggagalkan peredaran cairan rokok elektrik dengan kandungan narkotika. Hasil laboratorium menemukan empat zat utama: etomidate, ketamin, tetrahydrocannabinol (THC), dan synthetic cannabinoid.

X BNN RI
X BNN RI

Dari sisi hukum, tiga di antaranya sudah jelas statusnya:

  • Ketamintermasuk Narkotika Golongan III, diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diperbarui melalui Permenkes Nomor 13 Tahun 2014.
  • Tetrahydrocannabinol (THC), zat psikoaktif utama pada ganja, termasuk Narkotika Golongan I, berdasarkan Permenkes Nomor 4 Tahun 2021.
  • Synthetic Cannabinoid, seperti turunan JWH dan AB-CHMINACA, juga masuk Narkotika Golongan Isesuai Permenkes Nomor 22 Tahun 2020.

Sementara itu, Etomidate belum tercantum dalam lampiran UU Narkotika maupun Permenkes. Namun, zat ini masuk kategori New Psychoactive Substances (NPS), yaitu zat psikoaktif baru yang belum sepenuhnya diatur tetapi diawasi secara ketat karena menimbulkan efek sedatif dan berisiko tinggi disalahgunakan. Dalam praktik pengawasan, NPS seperti etomidate sering dijadikan celah oleh sindikat narkotika untuk memasarkan produk berbahaya dengan kedok legalitas semu.

Dari sisi kesehatan, risiko penggunaan vape semakin mengkhawatirkan. Selain nikotin yang menimbulkan ketergantungan, cairan vape juga bisa mengandung logam berat, formaldehida, hingga senyawa volatil yang merusak paru-paru, jantung, dan sistem saraf. Jika cairan tersebut mengandung narkotika seperti ketamin, THC, atau synthetic cannabinoid, maka bahaya berlipat ganda: kerusakan organ tubuh, kecanduan berat, hingga ancaman pidana bagi penggunanya.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa vape bukan sekadar tren gaya hidup. Produk ini dapat menjadi medium baru peredaran narkotika, termasuk jenis-jenis NPS yang terus bermunculan. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memahami bahwa apa yang tampak modern dan kekinian bisa saja menyembunyikan ancaman serius di baliknya.

Langkah paling bijak adalah menjauh dari rokok elektrik maupun produk tembakau lainnya. Menjaga tubuh tetap sehat dan bebas dari ketergantungan jauh lebih berharga daripada mengikuti tren sesaat yang bisa merusak masa depan.

 




Pesatnya Pertumbuhan Rokok Elektrik Di Indonesia yang Makin Signifikan

rokok elektrik

Regulasi Faktor Penting untuk Pertumbuhan Rokok Elektrik Di Indonesia

Prolite – PT Delta Sukses Teknologi, perusahaan yang menghadirkan inovasi bagi perokok dewasa melalui produk rokok elektrik (e-cigarette) berkualitas tinggi, menunjukkan komitmen dalam membangun industri yang lebih transparan, inovatif, dan bertanggung jawab.

Pasalnya, memasuki kuartal pertama tahun 2025, perusahaan berbagi wawasan mengenai tren, tantangan, serta potensi industri rokok elektrik yang terus berkembang di Indonesia.

“Dengan visi menjadi penyedia teknologi e-cigarette terdepan, PT Delta Sukses Teknologi berupaya menciptakan ekosistem industri yang lebih bertanggung jawab melalui inovasi produk, kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam satu dekade terakhir, industri rokok elektrik di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan,” ujar Commercial Director di PT Delta Sukses Teknologi, Harold Hutabarat.

Berdasarkan Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021, jumlah pengguna rokok elektrik meningkat dari 480 ribu orang pada 2011 menjadi 6,6 juta orang pada 2021. Selain itu, menurut Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), sektor ini telah menciptakan lebih dari hingga lapangan kerja langsung pada tahun 2023, mencakup sektor manufaktur, distribusi, dan ritel.

Harold menegaskan pentingnya regulasi dan edukasi dalam perkembangan industri rokok elektrik.

“Kami ingin industri ini berkembang dengan standar yang lebih tinggi, baik dari segi kualitas produk maupun kepatuhan terhadap regulasi. Oleh karena itu, kami memastikan setiap produk yang kami hadirkan di pasar Indonesia memenuhi standar kenyamanan bagi penggunanya.”

Tidak hanya itu, Harold mengungkapkan seiring dengan pesatnya perkembangan industri, ada tanggung jawab yang harus diemban oleh para pelaku industri.

“Kami percaya bahwa regulasi yang jelas dan edukasi kepada konsumen adalah kunci untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik,” ungkap Harold di sela-sela penyerahan hadiah kepada para pemenang Kompetisi Menulis Kreatif bertema “Perkembangan Rokok Elektrik di Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi bentuk ajakan dari PT Delta Sukses Teknologi kepada jurnalis dan penulis muda untuk mengeksplorasi perspektif kreatif serta analitis mengenai regulasi dan inovasi teknologi dalam industri rokok elektrik di Indonesia. Harold berharap agar inisiatif ini dapat mendorong diskusi yang lebih luas serta menghadirkan wawasan lebih informatif dan edukatif.

“Kami sangat gembira menerima berbagai tulisan artikel dari puluhan jurnalis muda yang sangat bersemangat mengikuti kompetisi ini sehingga membuka sudut pandang lain dalam pemberitaan rokok elektrik di Indonesia,” tambah Harold.

Saat ini, PT Delta Sukses Teknologi memiliki produk unggulan yaitu DJOY, yang mencakup DJOY Pod Max, DJOY Device Kit, dan DJOY Disposable. Produk-produk ini dirancang dengan teknologi terkini untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna, dengan tetap memperhatikan aspek regulasi yang berlaku.

Melalui sistem distribusi yang efisien serta kemitraan strategis dengan distributor dan retailer, DJOY semakin mudah diakses oleh konsumen di berbagai daerah di Indonesia, mendukung pertumbuhan pasar yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.

“Kami melihat permintaan terhadap produk rokok elektrik terus meningkat. Meski baru satu tahun beroperasi, kami mencatat pertumbuhan distribusi yang pesat, baik melalui jaringan ritel maupun e-commerce. Ke depan, kami ingin memperkuat kehadiran di pasar dan memastikan akses yang lebih luas bagi konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Namun yang lebih penting bagi kami adalah memastikan bahwa setiap inovasi yang kami hadirkan bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi konsumen,” tutup Harold.




Rokok Elektrik Pengubahan Gaya Hidup Perokok Konvensional

BANDUNG, Prolite – Sejak tahun 2003 di Beijing China sebuah perusahaan mengembangkan rokok elektrik atau vape dan dipatenkan di 2004. Di Indonesia sendiri vape hadir tahun 2014 namun sayang kala itu isu efek samping vape berbahaya dibanding rokok konvensional.

Baru di tahun 2015 vape mulai bangkit dan tepatnya di 2018 rokok elektrik dilegalkan pemerintah Indonesia. Sejak itu pula gaya hidup para perokok berubah dari asalnya rokok konvensional ke rokok elektrik.

Berbagai jenis rokok elektrik dengan segala inovasinya mulai berkembang, mulai dari jenis Mod sampai dengan yang portable yang sering disebut Pod.

Seperti disampaikan Bella (30) warga Purwakarta mengaku, ia beralih ke rokok elektrik sudah empat tahun lalu dan lebih memilih menggunakan jenis Pod.

Menurut Bella kongkow sangat simpel terlebih untuk dibawa-bawa dan terlihat lebih elegan ketimbang bawa rokok biasa yang harus sepaket dengan korek api atau korek gas.

“Kemana-mana gantung di leher pake landyard aja gini, se simple itu kan, gak harus bawa korek ataupun dus rokok,” ujar Bella saat kongkow di jalan Braga Kota Bandung, Rabu (26/2/2025).

Bahkan kata Bella, landyard dan vape banyak macamnya, ada yang motif lucu, unik, atau gahar untuk kaum pria.

Kelebihan lainnya vape pun memiliki berbagai rasa, mulai rasa buah-buahan, mint, hingga rasa kopi.

Ilustrasi.(evy)

Namun Bella mengakui kendati mengeluarkan bau wewangian tapi asap yang dikeluarkan cukup banyak sehingga kadang mengganggu orang-orang disekitarnya.

“Ya sama kaya rokok konvensional ya kalau ada asap kena yang gak suka rokok langsung batuk-batuk bahkan nyinyir. Apalagi ini vape asapnya mengepul kaya fogging,” ujarnya sambil tertawa.

Lain lagi pengalaman Bene (42), bagi warga Kota Bandung ini menggunakan vape tidak bisa hanya menunggukan saja namun harus tahu komponen-komponen dalam rokok elektrik atau vape.

Pasalnya vape banyak komponen-komponen yang harus dipelajari agar vape awet dan enak untuk dihisap.

Dan terpenting kata dia, komponen-kompomen vapd itu harus dilakukan perawatan. Bahkan tak jarang demi mendapat kenikmatan menghisap vape, Bene harus membeli komponen yang berharga mahal.

“Katrid, baterai harus cari yang bagus dan tahan lama. Itu bisa jadi mahal kalau kita beli yang kualitas bagus, lalu liquid yang rasa-rasa itupun kita harus beli dan tergantung pemakaian, liquid bisa boros bisa juga hemat,” jelas Bene seraya menyebutkan nama-nama brand vape terkenal awet dan bagus.

Seiring itu toko atau outlet-outlet penjualan vape pun bermunculan, banyak yang semula penjual rokok konvensional (Bako) beralih ke rokok elektrik.

Satria pemilik Gerobak Ngebul Tripel Kai mengaku menjadi penjual vape setelah tiga tahun menggunakan vape lalu iseng berjualan.

Vape yang ia jual mulai dari harga Rp , selain vape, ia pun menjual komponen vape, seperti liquid hingga kapas khusus vape.

Satria mengaku awal tahun lalu jualannya masih ramai karena banyak anak muda terutama karyawan-karyawan yang membeli vape.

Namun semakin kesini penjualan menurun terlebih isu bahaya vape kembali mencuat, para perokok kembali ke rokok konvensional.
Karena sepi itulah ia pun memilih berjualan secara online ketimbang tetap menyewa tempat di, jalan PHH Mustofa Kota Bandung.

“Ia sekarang online saja tapi ini juga tidak terlalu ramai, ya namanya usaha pasang surut mungkin ya. Hanya jualan saya sekarang gak sekomplit dulu,” lirihnya.(Evy)




3 Kandungan pada Rokok Vape dan Kenali Bahayanya

Ilustrasi rokok elektrik atau vape (NEWATLAS).

3 Kandungan pada Rokok Vape dan Kenali Bahayanya

Prolite – Rokok elektrik atau yang sering di sebut Vape banyak di gunakan oleh laki-laki maupun perempuan untuk pengganti rokok filter.

Vape adalah rokok elektrik yang dapat menghasilkan asap seperti rokok pada umumnya. Bahaya vape bagi kesehatan sering kali disepelekan oleh para perokok aktif.

Banyak zat kimia berbahaya yang terdapat pada rokok elektrik yang dapat membahayakan tubuh.

Hal ini pun dijelaskan oleh WHO (World Health Organization). Bahaya vape menurut WHO berasal dari kandungan nikotin dan zat beracun lainnya yang bisa berdampak bagi pengguna maupun nonpengguna rokok elektrik.

Cara penggunaan rokok elektronik pengguna memerlukan cairan yang nantinya akan di panaskan, biasanya cairan tersebut memiliki rasa yang beraneka ragam.

Nah dari cairan tersebut lah yang membuat dampak buruk bagi Kesehatan tubuh yaitu:

net
net

  1. Nikotin

Sama halnya dengan rokok, rokok elektrik ini juga mengandung zat nikotin yang dapat menyebabkan penggunanya kecanduan. Apabila kebiasaan ini dihentikan, maka penggunanya bisa mengalami rasa gelisah, uring-uringan, hingga depresi. Di samping itu, konsumsi nikotin dalam waktu yang lama juga dapat memicu kerusakan paru-paru secara permanen serta meningkatkan risiko kanker paru-paru.

  1. Propilen Glikol

Sebenarnya, propilen glikol bukan termasuk zat berbahaya. Bahkan, zat ini sering ditemukan dalam beberapa jenis makanan, seperti popcorn, salad, es krim, dan sebagainya. Namun, uap yang dihasilkan oleh zat tersebut dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan, sehingga kurang baik jika dikonsumsi oleh penderita asma.

  1. Perisa

Rokok elektrik memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan rokok, yaitu rasa manis saat menghisapnya. Selain itu, uap yang dihembuskan oleh vape berbau harum, berbeda dengan asap rokok yang cenderung berbau tidak sedap. Namun, di balik daya tarik tersebut, terkandung lebih 75% zat perisa diasetil yang berpotensi menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Namun di balik kandungan yang terdapat pada cairan rokok elektrik terdapat berbagai masalah Kesehatan seperti Menyebabkan Kecanduan dan Keracunan Nikotin, Penyakit Jantung, Penyakit Paru, Resiko Kanker hingga Gangguan pada Bayi.

Untuk menghindari sejumlah bahaya vape bagi kesehatan tersebut, pengguna disarankan untuk menghentikan kebiasaan menghisap rokok vape dan menghindari paparan asapnya.