Anak Terlambat Imunisasi? Berikut 3 Cara Pengingatnya

Ilustrasi Imunisasi (SHUTTERSTOCK).

Anak Terlambat Imunisasi? Berikut 3 Cara Pengingatnya

Prolite – Pemberian imunisasi buat anak memang sangat penting untuk melindungi dari berbagai penyakit berbahaya yang akan menyerang tubuh.

Namun permaslahan keterlambatan pemberian imunisasi biasa ditemukan pada anak, lantas bagaimana jika anak terlambat diberikan?

Pemberian vaksinasi dilakukan sejak mereka lahir hingga anak berusia 18 tahun.

Menilik dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi dan anak yang mendapatkan vaksinasi dasar dan lengkap akan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya. Hal ini juga dilakukan dengan tujuan untuk mencegah penularan kepada adik, kakak, atau teman-teman di sekitarnya.

halodoc
halodoc

Vaksinasi akan meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak, sehingga mampu melawan penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin tersebut. Jika terinfeksi, anak yang divaksin tidak akan menularkan atau hanya memiliki gejala yang ringan.

Suntikan harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan jadwal ini pun terbagi menjadi dua, yakni dasar dan ulangan.

Beberapa imunisasi memang cukup ampuh jika diberikan dalam satu dosis. Namun, ada jenis vaksin yang perlu pengulangan.

Ketika anak belum mendapatkan vaksin, Bunda bisa melakukan susulan atau imunisasi kejar. Ini merupakan bagian penting dari program vaksin nasional yang berfungsi dengan baik dan harus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kejar mengacu pada tindakan mengimunisasi anak yang karena alasan apa pun tidak mendapatkan atau belum menerima dosis vaksin sesuai jadwalnya.

Kejar harus dilakukan agar kekebalan tubuh anak tetap terbentuk. Jika tidak, maka tubuh Si Kecil tidak mampu melawan virus sehingga dapat menyebabkan sakit berat, cacat, atau meninggal dunia.

Tips agar anak tidak terlambat imunisasi atau vaksinasi

  1. Unduh aplikasi perkembangan anak

Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan agar anak tidak terlambat adalah dengan mengunduh aplikasi perkembangan anak. Dalam aplikasi ini, tertera jelas kapan anak perlu melakukan vaksin.

Tidak hanya itu, jangan lupa untuk menyalakan notifikasi, ya. Dengan begitu, jadwal imunisasi tidak lagi terlewatkan.

  1. Buat pengingat di ponsel

Tidak hanya melalui aplikasi perkembangan anak, Bunda juga bisa menyalakan alarm di ponsel pribadi. Pasang alarm sesuai dengan tanggal vaksin, sehingga Si Kecil akan mendapatkan imunisasi yang sesuai dengan jadwalnya.

  1. Catat jadwal di buku perkembangan

Anak-anak tentu memiliki buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Di sini, tertera dengan jelas seperti apa jadwal Si Kecil.

Agar tidak lupa, selalu catat jadwal vaksinasi anak pada buku KIA-nya, ya. Selain itu, Bunda juga bisa mencatat berbagai macam informasi lain yang berhubungan dengan anak pada buku tersebut.




Covid-19 Melonjak , Dinkes Beri Vaksinasi ke Nakes

Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 diberikan untuk tenaga kerja kesehatan (Inilahkoran).

Covid-19 Melonjak , Dinkes Beri Vaksinasi ke Nakes

BANDUNG, Prolite – Kasus Covid-19 mulai meningkat di Indonesia salah satunya di Kota Bandung, untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung langsung melakukan tindakan.

Tindakan yang dilakukan Dinkes Kota Bandung guna untuk mencegah penularan Covid-19 yang semakin meluas di Kota Bandung.

Pertama yang dilakukan Dinkes yakni melakukan vaksinasi terhadap tenaga kerja kesehatan (Nakes).

Kepala Dinkes Kota Bandung Anhar Hadian mengatakan, seiring peningkatan kembali kasus Covid-19 di Indonesia, seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), mulai dari klinik, puskesmas, laboratorium kesehatan, hingga rumah sakit daerah, termasuk tenaga kesehatannya untuk siaga dan bersiap.

Salah satunya dengan melakukan vaksinasi lengkap terhadap para Nakes. Ia menyebut saat ini Dinkes telah menerima 290 vial vaksin untuk orang dari Dinkes Provinsi Jawa Barat.

“Sesuai dengan arahan Kemenkes, kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan yang belum lengkap vaksinasi nya, belum 4 kali, minggu ini kami akan sisir,” kata Anhar di Balai Kota Bandung, dikutip Selasa (19/12/2023).

“Kami akan mengirimkan ke seluruh fasilitas kesehatan, khawatir ada tenaga kesehatan yang belum lengkap vaksinasinya, semoga cukup,” imbuhnya.

Vaksinasi juga akan diberikan bukan hanaya kepada Nakes namun juga kepada Lansia dan yang memiliki Komorbid atau yang sedang terserang penyakit lainnya.

“Sesudah itu baru masyarakat yang belum lengkap, jadi memang ada tahapan. Rencananya kami akan mengajukan lagi. Maunya 1000 vaksin, karena tampaknya masyarakat juga sudah banyak yang menanyakan kepada kami,” ujarnya.

Selain kesiagaan dan perlindungan tenaga kesehatan, yakni layanan vaksinasi. Dinkes juga telah mengimbau rumah sakit menyediakan 10 persen ruang untuk pasien terpapar.

Anhar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panic, cukup ikut menerapkan protocol kesehatan terutama dalam bepergian jarak dekat maupun jarak jauh.

Sementara itu, di Kota Bandung, lanjut Anhar, data per 18 Desember 2023 ada 51 kasus konfirmasi aktif. Ia mengatakan sebagian besar tanpa gejala sehingga melaksanakan sesuai arahan kemenkes melaksanakan isolasi di rumah masing masing.

Sedangakan ada 13 orang yang dirawat, dengan rincian satu orang bergejala berat, 8 orang bergejala sedang, sisanya 4 orang bergejala ringan.

Ia mengimbau masyarakat yang sedang sakit untuk memakai masker dan menghentikan aktivitas luar ruangan dan menjaga kondisi badan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).