Anak Terlambat Imunisasi? Berikut 3 Cara Pengingatnya

Anak Terlambat Imunisasi? Berikut 3 Cara Pengingatnya
Prolite – Pemberian imunisasi buat anak memang sangat penting untuk melindungi dari berbagai penyakit berbahaya yang akan menyerang tubuh.
Namun permaslahan keterlambatan pemberian imunisasi biasa ditemukan pada anak, lantas bagaimana jika anak terlambat diberikan?
Pemberian vaksinasi dilakukan sejak mereka lahir hingga anak berusia 18 tahun.
Menilik dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi dan anak yang mendapatkan vaksinasi dasar dan lengkap akan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya. Hal ini juga dilakukan dengan tujuan untuk mencegah penularan kepada adik, kakak, atau teman-teman di sekitarnya.
Vaksinasi akan meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak, sehingga mampu melawan penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin tersebut. Jika terinfeksi, anak yang divaksin tidak akan menularkan atau hanya memiliki gejala yang ringan.
Suntikan harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan jadwal ini pun terbagi menjadi dua, yakni dasar dan ulangan.
Beberapa imunisasi memang cukup ampuh jika diberikan dalam satu dosis. Namun, ada jenis vaksin yang perlu pengulangan.
Ketika anak belum mendapatkan vaksin, Bunda bisa melakukan susulan atau imunisasi kejar. Ini merupakan bagian penting dari program vaksin nasional yang berfungsi dengan baik dan harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kejar mengacu pada tindakan mengimunisasi anak yang karena alasan apa pun tidak mendapatkan atau belum menerima dosis vaksin sesuai jadwalnya.
Kejar harus dilakukan agar kekebalan tubuh anak tetap terbentuk. Jika tidak, maka tubuh Si Kecil tidak mampu melawan virus sehingga dapat menyebabkan sakit berat, cacat, atau meninggal dunia.
Tips agar anak tidak terlambat imunisasi atau vaksinasi
- Unduh aplikasi perkembangan anak
Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan agar anak tidak terlambat adalah dengan mengunduh aplikasi perkembangan anak. Dalam aplikasi ini, tertera jelas kapan anak perlu melakukan vaksin.
Tidak hanya itu, jangan lupa untuk menyalakan notifikasi, ya. Dengan begitu, jadwal imunisasi tidak lagi terlewatkan.
- Buat pengingat di ponsel
Tidak hanya melalui aplikasi perkembangan anak, Bunda juga bisa menyalakan alarm di ponsel pribadi. Pasang alarm sesuai dengan tanggal vaksin, sehingga Si Kecil akan mendapatkan imunisasi yang sesuai dengan jadwalnya.
- Catat jadwal di buku perkembangan
Anak-anak tentu memiliki buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Di sini, tertera dengan jelas seperti apa jadwal Si Kecil.
Agar tidak lupa, selalu catat jadwal vaksinasi anak pada buku KIA-nya, ya. Selain itu, Bunda juga bisa mencatat berbagai macam informasi lain yang berhubungan dengan anak pada buku tersebut.
