Soal Tol Dalam Kota, Pemkot Penerima Manfaat

tol dalam kota

Soal Tol Dalam Kota, Pemkot Penerima Manfaat

BANDUNG, Prolite – Pemberitaan pembangunan jalan tol dalam kota akan dilanjutkan, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menyampaikan berdasarkan arahan Pj Wali Kota dan sudah ditindaklanjuti rapat oleh bagian kerja sama, Ema menilai ini berita baik (goodnews).

“Walaupun yang nyinyir ada saja, tapi terealisasi dampak kebermanfaatannya nanti. Pak wali ikut rapat selaku kepala bina marga provinsi dan Pj terkait itu. Kita sekarang mengajukan agar mengakhiri dulu MoU yang dibuat menteri PU periode pak Oded dulu, ” ucapnya.

Kala itu di dokumen 2019 tertera bahwa pengadaan jalan tol dalam kota itu merupakan beban pusat tidak daerah karena jika beban daerah maka terbatas anggaran.

“Kalau kita harus membebaskan lahan dan lain lain berat. Semua di handle pusat APBN, ada MoU revisi yang penting ini cabut ini arahan ya. Pertemuan kemarin pak menteri dan wali kota direvisi penerima manfaat kalau nanti sosialisasi ke masyarakatnya kewajiban kita,” bebernya.

“Flyover yang di Soekarno Hatta sekarang jadi tuntutan masyarakat banyak. Belum yang meneruskan KM 49 kan masih menggantung, karenanya pembebasan lahan beban pemerintah pusat seperti halnya flyover Ciroyom kita hanya menghibahkan sedikit lahan juga di Nurtanio tidak terbebani APBD,” tutupnya.




Mangkrak 17 Tahun, Tol Dalam Kota Bandung Akan Direalisasi

teddy rusmawan - tol dalam kota

Tol Dalam Kota Bandung Bakal Direalisasi

BANDUNG, Prolite – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pembangunan tol dalam kota di Kota Bandung yang sudah mangkrak 17 tahun akan dilanjutkan.

Terkait berita itu Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kabar tersebut.

“Minta diundang pusat sehingga bisa mengawal baik juga. BIUTR itu ada beberapa aspek karena berbagai lalu lintas ya. Apakah ada tanah yang harus dibebaskan kalau dilaksanakan dengan keterbatasan anggaran bisa jadi ditangani pusat, saya dengar akan melalui KPPU,” ungkap seraya berharap bisa terlaksana tahun depan

Sedang terkait Kilo Meter (KM) 149, Tedy mengaku sudah mendapat informasi bahwa bulan depan ada persiapan tender, yang dianggarkan tahun lalu.

“Mudah-mudahan segera dieksekusi karena pengerjaan paling lama 8 bulan. Bila benar ya awal tahun bisa beroperasi misal bulan Mei mulai sampai Desember,” tutupnya.